Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Terapung TMII Resmi Dibuka, Kalsel Dorong Budaya dan Ekonomi Kreatif

Pasar Terapung TMII Resmi Dibuka, Kalsel Dorong Budaya dan Ekonomi Kreatif Kredit Foto: Pemprov Kalsel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin meresmikan Dermaga Pasar Terapung di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (11/4/2026), sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di ibu kota.

Peresmian tersebut menandai dibukanya fasilitas replika pasar tradisional di atas air yang menghadirkan pengalaman budaya khas Kalimantan Selatan di Jakarta. Proyek ini diharapkan menjadi etalase budaya daerah sekaligus memperluas akses promosi bagi pelaku usaha lokal ke pasar nasional.

Muhidin menyatakan, keberadaan dermaga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan aktivitas budaya di dalamnya. Ia meminta pemerintah daerah aktif mengisi ruang tersebut dengan agenda rutin.

“Mudah-mudahan para kepala dinas, bupati, maupun wali kota dapat mengisi kegiatan di sini. Kalau bisa, setiap minggu atau minimal tiga kali dalam seminggu diadakan pertunjukan seni dari daerah masing-masing,” ujar Muhidin, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/4/2026). 

Ia menekankan, tanpa pengelolaan program yang berkelanjutan, nilai budaya yang diusung berpotensi memudar. Oleh karena itu, promosi dan pemanfaatan fasilitas harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga daya tarik publik, khususnya masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan menilai inisiatif tersebut mencerminkan integrasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kalimantan Selatan menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan Miftahul Chair menjelaskan, pembangunan dan pengoperasian dermaga merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan sejumlah perangkat daerah serta dukungan Dekranasda dan pemerintah kabupaten/kota.

Program ini mengusung tema “Pesona Pasar Terapung: Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua” dengan tujuan menjadikan TMII sebagai pusat promosi budaya Kalimantan Selatan di tingkat nasional dan internasional.

Secara operasional, konsep pasar terapung direalisasikan melalui 20 jukung tradisional yang dioperasikan pedagang lokal. Produk yang ditawarkan mencakup buah khas daerah seperti langsat tanjung, limau madang, dan buah mentega, serta 30 jenis kuliner tradisional, antara lain Soto Banjar, Ketupat Kandangan, dan kue Bingka Barandam.

Selain aktivitas perdagangan, kawasan ini juga menampilkan berbagai atraksi budaya, termasuk pertunjukan tari tradisional, peragaan busana sasirangan, hingga demonstrasi kerajinan khas. Sebanyak 74 pelaku IKM dan UMKM turut dilibatkan dalam pameran produk kriya dan wastra sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Miftahul Chair menyebut, kehadiran dermaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan kunjungan wisata ke Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Branding Pariwisata Berkualitas Lewat Spiritual dan Wellness Tourism

Baca Juga: Sektor Akomodasi Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Bali dan Pariwisata Nasional

Baca Juga: Lewat Program Goes to School, PNM Dorong Lahirnya Calon Garda Ultra Mikro di Kalimantan Selatan

“Semoga keberadaan Dermaga Pasar Terapung ini menjadi pengingat bahwa budaya Banua dapat hadir dan dikenal di panggung nasional,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap eksposur budaya melalui TMII dapat mendorong minat wisatawan untuk mengunjungi langsung Kalimantan Selatan, sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement