Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ukraina Terapkan Strategi Perang Baru, Klaim Sukses Rebut Wilayah dari Rusia

Ukraina Terapkan Strategi Perang Baru, Klaim Sukses Rebut Wilayah dari Rusia Kredit Foto: Reuters/Sofiia Gatilova
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ukraina mengumumkan bahwa pihaknya perlahan berhasil membalikkan keadaan dalam perangnya dengan Rusia. Hal tersebut berkat penerapan model operasi baru di Eropa Timur.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengumumkan penerapan model operasi militer baru yang mengintegrasikan penggunaan drone dengan pasukan infanteri. Strategi ini disebut sebagai pendekatan baru dalam menghadapi pasukan dari Rusia.

Baca Juga: Amerika Serikat Tolak Usulan Rusia, Perang Iran Masih Akan Membara

Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi, menyatakan bahwa pasukannya berhasil merebut kembali hampir 50 km² wilayah dari Rusia sepanjang Maret. Sejak awal tahun, total wilayah yang berhasil direbut kembali mencapai sekitar 480 km².

“Pendekatan ini telah membuahkan hasil di Ukraina Selatan. Sejak Februari, banyak wilayah yang telah dibebaskan, tepatnya berkat penggunaan unit-unit canggih ini,” katanya.

Dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, drone kini memainkan peran utama di kedua pihak. Strategi Ukraina mencakup unit serangan drone khusus, integrasi sistem udara dan darat tanpa awak hingga koordinasi langsung dengan pasukan infanteri.

“Model peperangan baru sedang diperkenalkan, yaitu unit penyerangan drone yang menggabungkan sistem tak berawak udara dan darat dengan infanteri menjadi satu sistem terpadu,” katanya.

Meski ada kemajuan, pertempuran tetap intens di berbagai wilayah, terutama di sekitar kota dari Pokrovsk, Oleksandrivka, Kostiantynivka dan Lyman. Wilayah tersebut menjadi titik terpanas pertempuran sepanjang bulan dari Maret.

Syrskyi juga menyebut bahwa pasukan musuh meningkatkan operasi ofensif di hampir seluruh garis depan sepanjang 1.200 km. Hal tersebut dibalas pihaknya dengan meningkatkan serangan terhadap target strategis dari Rusia.

Kiev terus menargetnya fasilitas militer, industri pertahanan hingga kilang minyak dan infrastruktur energi dari Moskow. Sepanjang Maret, Ukraina mengklaim menyerang 76 target, termasuk 15 fasilitas kilang minyak.

Serangan terhadap infrastruktur energi sendiri bertujuan untuk mengurangi pendapatan ekspor dan melemahkan kemampuan perang dari Moskow. 

Adapun Rusia mengklaim telah berhasil merebut beberapa wilayah, termasuk permukiman di Kharkiv. Moskow juga berupaya membentuk zona penyangga dalam wilayah perbatasan.

Meski Ukraina mengklaim kemajuan, situasi garis depan tetap dinamis dengan kedua pihak terus melakukan serangan dan kontra-serangan. Perang Ukraina-Rusia kini berkembang dengan penggunaan teknologi modern seperti drone, yang mengubah taktik dan strategi di medan tempur.

Baca Juga: Piala Dunia Terancam, Isu Keamanan Jadi Perhatian di Amerika Serikat

Konflik ini semakin menunjukkan bahwa integrasi teknologi, khususnya drone, menjadi faktor kunci dalam menentukan arah peperangan modern.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement