Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump: Paus Leo Harus Paham, Iran Tak Boleh Punya Nuklir

Trump: Paus Leo Harus Paham, Iran Tak Boleh Punya Nuklir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat kembali berseteru dengan Vatikan. Hal ini menyusul adu kritikan antara keduanya, akibat operasi militer yang dijalankan oleh Amerika Serikat di Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memberikan kritikan pedas ke Puas Leo XIV. Ia mengatakan tokoh religius itu bebas menyampaikan pandangannya. Namun Paus menurutnya harus tahu bahaya senjata nuklir jatuh ke tangan dari Iran.

Baca Juga: Peringatan Buat Trump? Paus Leo: Celakalah Mereka yang Memanipulasi Agama untuk Perang

"Paus harus memahami, ini sangat sederhana. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Dunia akan berada dalam bahaya besar," kata Trump.

Trump mengatakan ia menghormati kebebasan paus untuk berbicara, namun tidak sependapat dengan pandangan tersebut terkait konflik Iran.

"Paus boleh mengatakan apa pun yang dia inginkan, dan saya ingin dia mengatakan apa yang dia inginkan, tetapi saya bisa tidak setuju. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," ujar Trump.

Diketahui, Paus Leo menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik perang dari Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Kritik tersebut memicu respons keras dari Trump. Ia baru-baru ini  menggambarkan kondisi global sebagai dunia yang sedang terbalik karena nilai-nilai spiritual disalahgunakan demi kepentingan seperti perang, dan kepentingan kekuasaan mengalahkan kemanusiaan.

“Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama tuhan itu sendiri untuk keuntungan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, menyeret apa yang suci ke dalam kegelapan dan kekotoran. Ini adalah dunia yang terbalik, eksploitasi ciptaan tuhan yang harus dikecam dan ditolak oleh setiap hati nurani yang jujur,” katanya.

Sebelumnya, Trump di sisi lain menegaskan bahwa tokoh religius tersebut harusnya melihat ancaman dari jika senjata nuklir dimiliki oleh mereka. Ia juga menyebut bahwa puluhan ribu warga sipil tewas akibat represi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh Teheran.

"Bisakah seseorang memberi tahu paus bahwa mereka telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata dan tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump.

Trump juga menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

Adapun Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance menegur tokoh religius tersebut agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan teologis terkait dengan perang dan kedamaian dunia.

Vance rupanya tidak terima dengan pernyataan yang menyebut bahwa tuhan tidak pernah berada di pihak mereka yang menggunakan pedang atau menjatuhkan bom. Ia menilai pernyataan tersebut terlalu menyederhanakan realitas sejarah.

Ia juga meminta sang paus untuk berbicara berdasarkan fakta, bukan pandangan pribadinya terkait dengan perang dari Washington dan Teheran.

Baca Juga: Blokade Diperketat, Amerika Serikat Bersiap Lanjutkan Serangan ke Iran

“Paus harus memastikan pendapatnya berlandaskan kebenaran, dan itulah salah satu hal yang saya coba lakukan, dan itu tentu saja sesuatu yang saya harapkan dari para pendeta, baik Katolik atau Protestan,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement