- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Ekspor Sawit Melonjak, Amran Sebut Indonesia Kuasai Lebih dari 60 Persen Pasar Global
Kredit Foto: Japfa
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan kinerja ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia terus menguat dan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global.
Menurut Amran, dominasi Indonesia tidak hanya pada CPO mentah, tetapi juga berpotensi semakin besar melalui pengembangan produk turunan.
“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar AS, meningkat 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,71 miliar dolar AS.
Kenaikan juga terjadi dari sisi volume ekspor, yakni dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Hal ini menunjukkan permintaan global terhadap produk berbasis sawit Indonesia masih sangat kuat.
Amran menambahkan, tren positif tersebut sejalan dengan peningkatan produksi nasional. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton atau naik 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Lebarkan Sayap, KAI Logistik Garap Angkutan CPO di Sumatera Utara
Sementara total produksi CPO dan palm kernel oil (PKO) tercatat sebesar 56,55 juta ton, meningkat 7,18 persen. Dari sisi ekspor, volume produk sawit sepanjang 2025 mencapai 32,34 juta ton atau tumbuh 9,51 persen, dengan nilai ekspor menembus 35,87 miliar dolar AS atau naik 29,23 persen.
Amran menegaskan, penguatan kinerja ekspor tidak terlepas dari strategi hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Menurutnya, nilai tambah terbesar justru berasal dari pengembangan produk turunan, mulai dari minyak goreng, biodiesel, hingga bahan baku industri makanan dan kosmetik.
“Tren ini menunjukkan pergeseran penting dari ekspor berbasis komoditas mentah menuju ekspor berbasis industri,” tegasnya.
Saat ini, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai produsen CPO terbesar, tetapi juga sebagai eksportir utama berbagai produk turunan sawit yang semakin mendominasi pasar internasional.
Penguatan ekspor minyak goreng turut menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasar global sekaligus memperluas pangsa pasar Indonesia. Dengan kebutuhan minyak nabati dunia yang terus meningkat, posisi Indonesia dinilai semakin krusial dalam rantai pasok global.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat ekosistem industri sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas kebun, efisiensi pengolahan, hingga perluasan akses pasar ekspor.
“Dengan tren positif ini, sektor sawit tidak hanya menjadi penopang devisa negara, tetapi juga pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis pertanian dan industri hilir yang berdaya saing global,” kata Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Advertisement