Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Efisiensi Rp150 Triliun Jadi Tameng APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Efisiensi Rp150 Triliun Jadi Tameng APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga Rp150 triliun. Langkah penghematan ini dinilai cukup untuk menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah lonjakan harga minyak dunia yang mendorong kenaikan belanja, terutama subsidi energi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI) maupun perbankan belum digunakan.

“Belum ada yang dipakai sampai sekarang,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, SAL disiapkan sebagai opsi terakhir untuk menutup defisit fiskal apabila tekanan harga minyak berlangsung sepanjang tahun. Pemerintah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"(SAL) Rp420 triliun itu betul-betul last line of defense. Yang kami kendalikan adalah belanja yang lain dan penghematan sudah cukup. Jadi saya tenang-tenang saja, makanya kalau di luar ribut saya bingung," tuturnya.

Purbaya menambahkan, kombinasi penghematan belanja dan potensi tambahan penerimaan (windfall) dari kenaikan harga komoditas yang tengah dihitung bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dinilai memadai untuk menutup defisit APBN. Hal ini seiring meningkatnya beban belanja pemerintah, khususnya untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Purbaya memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik ke US$ 77, Bahlil Pastikan APBN 2026 Masih Aman

Baca Juga: Di Depan S&P, Purbaya Sebut Defisit APBN Turun ke 2,8%

Baca Juga: APBN Disebut Lemah, Purbaya Bingung Isu Justru Muncul dari Kemenkeu

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah memperkirakan defisit APBN tetap terjaga di bawah 3%, bahkan dalam skenario harga minyak mencapai rata-rata US$100 per barel sepanjang tahun.

"Jadi yang Rp150 triliun tambah nanti penambahan dari ESDM. Jadi udah aman, hitungannya sudah aman dengan asumsi sampai US$100 per barel akhir tahun rata-rata," pungkasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement