Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

APBN Disebut Lemah, Purbaya Bingung Isu Justru Muncul dari Kemenkeu

APBN Disebut Lemah, Purbaya Bingung Isu Justru Muncul dari Kemenkeu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung dengan isu lemahnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang justru muncul dari internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Isu tersebut menyebutkan bahwa APBN hanya mampu bertahan selama dua minggu, di tengah kondisi krisis minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR membahas kinerja penerimaan negara pada triwulan I tahun anggaran 2026 di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

"Kalau APBN nggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang bilang uang saya tinggal 2 minggu saja sudah habis, bahkan bukan dari luar tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu, saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," ucapnya, dikutip Selasa (7/4).

Purbaya melanjutkan pihaknya telah melakukan perhitungan guna mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia.

"Tapi gini, begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami di kementerian langsung exercise untuk masing-masing harga, harga sampai 80 dolar (per barel) kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa, dan mitigasinya seperti apa," ucap dia.

Baca Juga: Atasi Bottleneck, Purbaya Minta Pengusaha Adukan Kementerian Penghambat Bisnis

Baca Juga: Harga BBM Berpotensi Naik Meski Perang Usai

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan kesiapan menghadapi krisis energi dengan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3%.

“Dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata 100 dolar per barel sepanjang 2026, anggaran masih bisa ditekan di level 2,92% dari PDB. Jadi sepanjang 2026 ini dengan harga rata-rata 100 dolar, APBN aman,” tegasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement