Dorong Pendalaman Pasar Keuangan, Tiga Bank Syariah Jalin Kerja Sama SiPA
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor menyambut baik kerja sama ini untuk menghadirkan transaksi yang lebih aman, transparan, dan efisien di pasar keuangan syariah Indonesia, khususnya dalam penggunaan agunan berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sukuk Bank Indonesia (SukBI).
“Sebagai bagian dari komitmen Bank BSN dalam mendorong pertumbuhan keuangan syariah nasional, kami terus menghadirkan inovasi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan syariah. Penerapan pelaksanaan transaksi SiPA ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pelaku industri sekaligus
meningkatkan efisiensi pasar,” kata Alex.
Sementara itu Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan oleh Bank Aladin Syariah, BSN, dan BCA Syariah dalam mendorong penguatan pasar keuangan syariah nasional.
“Penandatanganan kerja sama SiPA ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pendalaman pasar uang syariah serta meningkatkan efisiensi transaksi antarbank. Kami melihat tren positif pada pemanfaatan instrumen secured seperti SiPA yang terus meningkat, mencerminkan kepercayaan pelaku industri yang semakin kuat,” ujar Dadang.
Perkembangan instrumen SiPA dalam industri perbankan syariah menunjukkan tren yang sangat positif. Seiring dengan pergeseran preferensi pasar dari instrumen tanpa agunan menuju instrumen beragun (secured), SiPA menjadi salah satu instrumen yang semakin diminati.
Baca Juga: Peluang Pertumbuhan Bank Syariah Dinilai Masih Terbuka Lebar
Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi instrumen secured termasuk SiPA meningkat dari nihil pada tahun 2020 menjadi sekitar 34% dari total transaksi PUAS pada 2024, dengan rata-rata transaksi harian mencapai sekitar Rp0,8 triliun. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga mendekati 40% pada 2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap instrumen dengan underlying SBSN.
“Bank Aladin percaya bahwa penguatan instrumen PUAS akan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan industri perbankan syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” terang Koko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Advertisement