Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Legrand Bidik Peluang Besar dari Boom Data Center Indonesia

Legrand Bidik Peluang Besar dari Boom Data Center Indonesia Kredit Foto: Legrand
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertumbuhan investasi data center, meningkatnya adopsi layanan digital, serta kebutuhan operasional tanpa henti mendorong lonjakan permintaan sistem daya yang andal dan berkelanjutan di Indonesia. Pasokan listrik stabil kini menjadi kebutuhan utama bagi sektor strategis seperti pusat data, rumah sakit, industri, dan bangunan komersial.

Pasar data center Indonesia diperkirakan bernilai sekitar US$3,1 miliar pada 2025 dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting pengembangan data center di kawasan.

Di tengah perkembangan tersebut, gangguan listrik singkat dinilai dapat berdampak langsung terhadap layanan, produktivitas, hingga keamanan sistem, terutama pada fasilitas mission-critical.

Menanggapi kebutuhan itu, Legrand memperkenalkan rangkaian solusi uninterruptible power supply (UPS), distribusi daya, dan busduct dalam ajang Legrand Technology Summit 2026 di Jakarta, Selasa (22/4/2026).

Produk yang diperkenalkan meliputi UPS HPi33, UPS Keor MOD+, UPS Keor MP, UPS Keor DK, serta LINKK Busduct. Solusi tersebut disiapkan untuk mendukung kontinuitas operasional, efisiensi distribusi daya, dan kebutuhan ekspansi infrastruktur modern.

President Director Legrand Indonesia Kovi Valoo mengatakan keandalan sistem daya kini menjadi kebutuhan utama di berbagai industri.

“Di banyak industri saat ini, keandalan sistem daya (power reliability) dan transisi energi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Legrand berkomitmen untuk menghadirkan solusi handal yang berfokus pada efisiensi energi,” ujar Kovi.

Selain peluncuran produk, forum tersebut menghadirkan diskusi dengan pelaku industri mengenai kesiapan infrastruktur daya untuk menopang pertumbuhan digital Indonesia.

Panel pertama menghadirkan perwakilan dari BDX Data Centers, Princeton Digital Group Indonesia, Greencomm Consultant Indonesia, dan Legrand Southeast Asia. Diskusi berfokus pada pembangunan sistem kelistrikan data center yang tangguh dan mudah dikembangkan.

CEO BDX Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan kebutuhan data center tumbuh sangat cepat sehingga infrastruktur kelistrikan harus dirancang sejak awal.

“Pertumbuhan kebutuhan data center di Indonesia berlangsung sangat cepat. Tantangan utamanya adalah merancang infrastruktur yang fleksibel tanpa mengorbankan keandalan operasional. Karena itu, infrastruktur kelistrikan (power infrastructure) perlu dirancang sejak awal agar scalable dan siap mendukung kebutuhan jangka panjang,” ujarnya.

Panel kedua menghadirkan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Metromedia Elmeka Engineering, Jaya Karya Integrasi, dan Legrand Indonesia dengan fokus sistem backup power untuk lingkungan kritikal.

Baca Juga: Indonet (EDGE) Kebut Ekspansi Infrastruktur Digital dan Data Center di Tengah Rencana Delisting

Baca Juga: Perluas Kapasitas Platform DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya ‎

Baca Juga: Data Center AI Rp509 Triliun Terancam, Iran Bidik Proyek Stargate di Abu Dhabi

Ketua Umum HAEI Achmad Sutowo Sutopo mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pembangunan kelistrikan nasional.

“Seiring percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem kelistrikan yang andal dan aman menjadi semakin penting. Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi merupakan kunci agar pembangunan infrastruktur kelistrikan di Indonesia dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: