Data Center AI Rp509 Triliun Terancam, Iran Bidik Proyek Stargate di Abu Dhabi
Kredit Foto: Istimewa
Ancaman terbaru dari Iran menunjukkan perubahan arah dalam strategi konflik modern. Kali ini, yang dibidik bukan pangkalan militer, melainkan infrastruktur teknologi bernilai raksasa.
Fasilitas yang menjadi sorotan adalah proyek data center AI berskala besar di Abu Dhabi. Nilainya mencapai sekitar Rp509 triliun, menjadikannya salah satu investasi teknologi paling ambisius di dunia saat ini.
Proyek tersebut dikenal sebagai Stargate, sebuah pusat data AI yang diposisikan sebagai klaster komputasi terbesar di luar Amerika Serikat. Pengembangannya melibatkan kolaborasi global yang didukung oleh Nvidia, OpenAI, Cisco, Oracle, SoftBank, serta perusahaan AI asal Uni Emirat Arab, G42.
Secara kapasitas, proyek ini dirancang dalam skala yang sangat besar. Tahap awal ditargetkan menghasilkan daya komputasi 200 megawatt pada 2026 sebelum ditingkatkan hingga 1 gigawatt untuk menopang ambisi Uni Emirat Arab menjadi pusat AI global pada 2031.
Ketegangan meningkat setelah muncul laporan kerusakan pada sejumlah pusat data milik Amazon Web Services di Bahrain dan Uni Emirat Arab akibat serangan fisik.
Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa infrastruktur digital kini telah menjadi target nyata dalam konflik. Apalagi eskalasi semakin tajam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik di Iran.
Ancaman terhadap Stargate disampaikan secara terbuka oleh pihak Iran. Seorang pejabat militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa fasilitas tersebut masuk dalam daftar target.
“Stargate merupakan target sah sebagai balasan atas tindakan Amerika,” ujarnya dalam pernyataan resmi dikutip dari Anadolu.
Pernyataan itu bahkan disertai tayangan visual yang menampilkan citra satelit lokasi pusat data serta wajah para pimpinan perusahaan teknologi besar.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap konflik global. Data center yang sebelumnya dipandang sebagai infrastruktur sipil kini diposisikan sebagai aset strategis dengan nilai ekonomi dan geopolitik tinggi.
Baca Juga: Ultimatum Berakhir Malam Ini, Amerika Serikat Akan Lakukan Serangan Besar-besaran ke Iran
Dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar, serangan terhadap fasilitas seperti ini berpotensi menimbulkan dampak luas. Tidak hanya bagi perusahaan yang terlibat, tetapi juga terhadap stabilitas ekosistem teknologi global.
Di sisi lain, proyek Stargate sendiri merupakan simbol ambisi besar di bidang kecerdasan buatan. Kehadirannya dirancang untuk memperkuat posisi Uni Emirat Arab dalam persaingan teknologi global dalam dekade mendatang.
Namun di tengah meningkatnya tensi geopolitik, ambisi tersebut kini menghadapi risiko baru. Infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung masa depan justru berubah menjadi titik paling rentan dalam konflik modern.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement