Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaga Harga dan Pasokan Pangan, 1,05 Ton Cabai Merah Keriting Dikirim dari Karo ke Palangka Raya

Jaga Harga dan Pasokan Pangan, 1,05 Ton Cabai Merah Keriting Dikirim dari Karo ke Palangka Raya Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, dan Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pelepasan pengiriman cabai merah keriting Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 1,05 ton cabai merah keriting dikirim dalam tiga tahap dari sentra produksi di Kabupaten Karo menuju Palangka Raya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis di tengah dinamika produksi dan distribusi antarwilayah.

Cabai merah diketahui sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi pangan yang harganya sangat dipengaruhi kondisi pasokan. Saat ini, Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo, mengalami surplus akibat panen serentak, yang sempat menekan harga di tingkat petani hingga sekitar Rp12.000 per kilogram.

Di sisi lain, Palangka Raya menghadapi keterbatasan pasokan sehingga harga cabai relatif tinggi. Kondisi disparitas ini mendorong dilakukannya distribusi antarwilayah guna menyeimbangkan pasokan dan harga.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mendukung pengendalian inflasi daerah.

"Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk menyerap kelebihan produksi petani sekaligus memenuhi kebutuhan daerah lain," katanya, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat pengendalian inflasi dari hulu hingga hilir. Implementasi KAD disebut sebagai strategi utama yang terus didorong bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah.

Baca Juga: RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026

"Ke depan, TPID Sumatera Utara akan terus memperkuat ekosistem pangan daerah, tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga peningkatan produktivitas, efisiensi rantai pasok, serta pemanfaatan digitalisasi sistem informasi pangan," ujarnya.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pengendalian inflasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: