Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Bank Jago Melonjak 42%, Tembus Rp86 Miliar di Kuartal I 2026

Laba Bank Jago Melonjak 42%, Tembus Rp86 Miliar di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Jago Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan perolehan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp86 miliar. Capaian ini meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp60 miliar.

Direktur Utama Arief Harris mengatakan, pertumbuhan kinerja juga ditopang oleh ekspansi kredit. Hingga akhir Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp25,2 triliun atau tumbuh 24% secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan Rp20,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Hingga akhir kuartal I-2026, total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp25,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,3 triliun," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Bank BCA Akan Tebar Dividen Tiap Kuartal, Ini Alasannya

Bank Jago juga mencatat pertumbuhan jumlah nasabah, hingga akhir kuartal I-2026, jumlah nasabah mencapai 19,4 juta, termasuk 15,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Angka tersebut meningkat lebih dari 3 juta nasabah dibandingkan posisi akhir kuartal I 2025 yang sebanyak 16,3 juta nasabah.

"Pertumbuhan jumlah nasabah funding berjalan seiring dengan peningkatan DPK sebesar 23% secara tahunan," tambahnya.

Pertumbuhan jumlah nasabah turut mendorong peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Hingga Maret 2026, DPK Bank Jago mencapai Rp26,4 triliun atau tumbuh 23% yoy, dari sebelumnya Rp21,4 triliun pada Maret 2025.

Dari total DPK tersebut, porsi current account and savings account (CASA) mencapai 53% atau setara Rp13,9 triliun, sementara deposito menyumbang 47% atau Rp12,5 triliun.

Baca Juga: KB Bank dan PT Lucky Mom Indonesia Perluas Kemitraan, Nilai Komitmen Pembiayaan Capai Rp400 Miliar

Dengan situasi ekonomi yang dinamis, Bank Jago melakukan ekspansi kredit dengan tetapmenjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini tercermin dari rasio kreditbermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,8%, lebih rendahdibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

Arief mengatakan total aset perseroan mencapai Rp39,5 triliun, tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,5 triliun. 

Bank Jago menjaga permodalan tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital

adequacy ratio (CAR) di level 29,9%. Ini memberikan cukup ruang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 95%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: