Kredit Foto: OctaFX
Kecerdasan buatan atau artificial intelegence (AI) bukan sekadar tren yang tengah berkembang pesat di era digital. Teknologi ini kini dipandang sebagai senjata baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan dan lebih kompetitif.
Oleh karena itu, Kmenterian UMKM mendorong transformasi ekosistem kewirausahaan nasional melalui pemanfaatan AI guna memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, melainkan harus berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekosistemnya.
Hal tersebut disampaikan Riza dalam acara The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Tsinghua Southeast Asia Center di Bali, bbrapa waktu lalu.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI. Kita harus menjadi pemain aktif dalam membentuk ekosistem di mana AI memperkuat usaha, memberdayakan pengusaha UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan merata,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan AI nasional yang mengusung prinsip AI for Many. Prinsip ini menegaskan bahwa teknologi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha UMKM di wilayah rural dan underserved.
Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa Menteri Komunikasi dan Digital, Meutia Hafidz, menekankan dua akselerator utama dalam implementasi AI, yaitu Velocity of Money dan Velocity of Data.
Velocity of Money mengacu pada percepatan digitalisasi pembayaran yang mampu meningkatkan likuiditas usaha, sementara Velocity of Data menitikberatkan pada pemanfaatan AI untuk analisis data secara real-time guna mendukung pengambilan keputusan strategis serta memperluas akses pembiayaan.
Sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional, Kementerian UMKM telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk menjembatani kesenjangan teknologi. Salah satunya melalui SAPA UMKM, platform layanan terpadu yang menghubungkan pengusaha UMKM dengan akses pembiayaan, pendampingan, serta peluang pasar global.
Selain itu, melalui program Entrepreneur Hub, Kementerian UMKM menghadirkan wadah kolaborasi untuk memperkuat kapasitas inovasi melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi dalam praktik bisnis sehari-hari. Sementara itu, program Transformasi Finansial mendorong adopsi AI dalam analisis kredit guna memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penguatan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Riza menegaskan pembangunan ekosistem digital yang tangguh membutuhkan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Komdigi terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan mendukung pengembangan usaha sesuai dengan roadmap pemerintah.
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi Webinar Kartini 2026 untuk Perkuat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar UMKM
Baca Juga: Kartinian Modern, Her Impact Pelindo Bekali Perempuan UMKM Menuju Transformasi Digital
Di tingkat regional, Indonesia juga menunjukkan peran aktif melalui partisipasi dalam Program ASEAN MOVE. Bekerja sama dengan Tsinghua Southeast Asia Center, program ini mendukung kesiapan digital serta praktik berkelanjutan bagi 100 pengusaha UMKM dan startup di kawasan Asia Tenggara.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi, Kementerian UMKM optimistis bahwa adopsi teknologi inovatif, termasuk AI, akan membawa transformasi signifikan dalam ekosistem kewirausahaan nasional. Upaya ini diharapkan turut mendukung terwujudnya visi kedaulatan pangan serta hilirisasi industri berbasis teknologi tinggi pada periode 2026–2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya