Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Real Skin' jadi Tren Kecantikan 2026, Immoderma Semarang Hadirkan Vitaran Skinbooster

'Real Skin' jadi Tren Kecantikan 2026, Immoderma Semarang Hadirkan Vitaran Skinbooster Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Standar penampilan kulit pada 2026 diperkirakan mulai mengalami pergeseran. Wajah yang tampak terlalu “dikerjakan” tak lagi menjadi tolok ukur utama. Sebaliknya, tampilan kulit yang sehat, segar, kenyal, dan tetap alami kini justru menjadi simbol kecantikan modern yang lebih tenang dan berkelas.

Perubahan ini lahir dari keresahan yang diam-diam dirasakan banyak perempuan dan pria modern. Wajah tampak lelah, kusam, dan kehilangan kesan hidup, meski perawatan sudah dilakukan berlapis. Skincare rutin, facial berkali-kali, hingga berbagai treatment estetika kerap dijalani, namun kulit tetap terasa belum memancarkan kualitas sehat yang sesungguhnya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Klinik Immoderma Semarang resmi menghadirkan Vitaran Skinbooster, treatment yang dirancang untuk membantu mendukung kualitas kulit agar tampak lebih sehat, lebih terawat, dan lebih hidup secara bertahap.

Kehadiran treatment ini berangkat dari perubahan kebutuhan pasien yang kini tak lagi semata mencari hasil instan. Banyak pasien datang bukan untuk mengubah wajah secara drastis, melainkan ingin kembali pada versi terbaik dirinya sendiri—lebih segar, lebih halus, lebih bercahaya, tanpa terlihat berlebihan.

Vitaran Skinbooster dihadirkan sebagai salah satu opsi perawatan yang difokuskan pada skin quality. Pendekatannya tidak hanya menitikberatkan pada hasil visual sesaat, tetapi membantu kulit tampak lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih refined secara keseluruhan. Inilah yang membuat treatment tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pasien modern yang menginginkan hasil elegan dan natural.

Manager Public Experience Immoderma, Oktavia, mengatakan tren kecantikan saat ini menunjukkan bahwa pasien semakin cermat dalam menentukan bentuk perawatan yang diinginkan.

“Sekarang pasien tidak selalu datang dengan permintaan ingin terlihat berubah drastis. Justru banyak yang datang dengan keinginan yang lebih subtle, lebih dewasa, dan lebih sophisticated. Mereka ingin wajah terlihat segar, kulit tampak sehat, lebih glowing dengan cara yang elegan, dan tetap natural. Mereka ingin dipuji karena terlihat fresh, bukan dipertanyakan habis treatment apa. Itu yang menurut kami menjadi esensi baru dari kecantikan di tahun 2026,” ujar Oktavia.

Menurutnya, kebutuhan pasien kini semakin personal. Banyak yang tidak lagi mengejar hasil yang terlalu obvious, melainkan menginginkan kualitas kulit yang membaik secara bertahap dan tetap terlihat alami.

“Banyak pasien sebenarnya hanya ingin satu hal: saat mereka bercermin, mereka ingin merasa kulitnya kembali ‘hidup’. Saat mereka keluar rumah tanpa filter, tanpa make up berlebih, mereka tetap merasa nyaman. Dan saat orang lain melihat mereka, yang terlihat adalah aura sehat, bukan tampilan yang terlalu banyak prosedur. Karena itu kami menghadirkan Vitaran sebagai salah satu pilihan treatment yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” lanjutnya.

Di Immoderma, Vitaran hadir dalam beberapa varian yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit berbeda. Ada varian yang difokuskan untuk membantu menunjang skin barrier, ada yang ditujukan untuk area-area sensitif, dan ada pula yang diarahkan untuk membantu mendukung tampilan elastisitas kulit.

Seluruh tindakan dilakukan melalui konsultasi dan evaluasi medis terlebih dahulu, sehingga rencana treatment dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, keluhan utama, serta tujuan perawatan masing-masing pasien.

Pendekatan personal ini dinilai penting karena setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada pasien yang mengalami kulit kusam akibat kelelahan dan stres, ada yang mulai merasakan penurunan kualitas kulit karena faktor usia, hingga ada yang datang dengan kondisi kulit sensitif setelah terlalu banyak mencoba produk yang tidak sesuai.

Karena itu, perawatan yang dianggap mewah saat ini bukan lagi sekadar treatment mahal, melainkan treatment yang terasa tepat. Vitaran dinilai menarik bukan karena menjanjikan perubahan drastis, tetapi karena menawarkan hasil yang halus, anggun, dan tetap nyaman dipandang.

Resonansi treatment ini mulai terlihat dari pengalaman pasien awal. Santi (32), seorang pekerja kreatif di Semarang, mengaku tertarik mencoba Vitaran karena ingin mendapatkan tampilan kulit yang lebih sehat tanpa kesan berlebihan.

“Awalnya saya cuma ingin wajah saya terlihat lebih segar. Saya tidak ingin hasil yang terlalu heboh atau membuat wajah saya terlihat berbeda. Yang saya cari justru sesuatu yang halus. Setelah menjalani treatment, yang paling saya rasakan itu kulit saya terlihat lebih hidup. Ada kesan lebih padat, lebih halus, dan lebih enak dilihat. Teman-teman bilang saya kelihatan fresh, tapi mereka tidak tahu persis apa yang berubah. Dan justru itu yang saya suka,” ungkap Santi.

Bagi banyak pasien, pengalaman seperti ini menjadi nilai yang paling dicari. Kecantikan yang terasa mahal tidak selalu hadir lewat perubahan mencolok, tetapi justru lewat detail kecil yang membuat wajah tampak lebih tenang, lebih terawat, dan lebih percaya diri.

Baca Juga: Fashion dan Kuliner Nusantara Siap Meriahkan Ekosistem Gim Global

Fenomena ini sejalan dengan lahirnya era “Real Skin”, yakni pendekatan kecantikan yang lebih menghargai kualitas kulit asli dibanding ilusi kesempurnaan berlebihan. Dalam tren ini, kecantikan tidak lagi diukur dari seberapa banyak yang dilakukan pada wajah, melainkan dari seberapa sehat, seimbang, dan bernilai tampilan kulit secara keseluruhan.

Kehadiran Vitaran Skinbooster menjadi bagian dari langkah Immoderma untuk menghadirkan pengalaman estetik yang lebih personal, lebih refined, dan lebih selaras dengan kebutuhan pasien modern.

Vitaran Skinbooster kini tersedia di Klinik Immoderma Semarang. Pasien dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui pilihan treatment yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. Seluruh tindakan dilakukan dengan evaluasi medis dan hasil perawatan dapat berbeda pada setiap individu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: