Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kinerja koperasi di daerah menunjukkan tren positif dan menjadi sinyal kuat bahwa sektor ini masih relevan sebagai penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah pun mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran koperasi dalam sistem ekonomi nasional.
Salah satu contoh datang dari Kopdit Swasti Sari yang mencatat pertumbuhan signifikan hingga 2025. Koperasi ini memiliki sekitar 217 ribu anggota dengan total aset mencapai Rp1,24 triliun dan sisa hasil usaha sebesar Rp15,78 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan koperasi tetap mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika ekonomi modern. Selain aspek bisnis, koperasi juga dinilai tetap menjaga nilai kejujuran, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.
Melihat potensi tersebut, pemerintah mulai merancang kebijakan untuk memperkuat ekosistem koperasi secara nasional. Langkah ini mencakup penyusunan undang-undang baru hingga penguatan sistem penjaminan simpanan koperasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi harus menjadi pilar utama ekonomi berbasis nilai.
“Ke depan, kita tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga nilai,” ujarnya dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan koperasi perlu kembali pada semangat kekeluargaan dan gotong royong sebagai fondasi utama. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun sistem ekonomi Pancasila yang lebih berkeadilan.
Selain regulasi, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan koperasi. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi kunci agar koperasi semakin kuat dan profesional.
Di sisi lain, dukungan daerah juga terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan koperasi. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi peran koperasi dalam ekonomi lokal.
Menurutnya, koperasi mampu menjadi sokoguru ekonomi daerah jika terus bersinergi dengan program pembangunan. Peran ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kombinasi kinerja yang solid dan dukungan kebijakan membuat koperasi diproyeksikan kembali menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem ekonomi yang tidak hanya kuat, tetapi juga berkeadilan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: