Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Ganti Pengendali, ASLI Tancap Gas Kejar Proyek Rp710 Miliar

Usai Ganti Pengendali, ASLI Tancap Gas Kejar Proyek Rp710 Miliar Kredit Foto: ASLI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menetapkan target agresif pada 2026 usai pergantian pemegang saham pengendali yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (27/4/2026). Emiten konstruksi tersebut kini dikendalikan PT Wahana Konstruksi Mandiri dengan kepemilikan 62,72%.

RUPS juga menyetujui sejumlah agenda korporasi, mulai dari laporan tahunan 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik tahun buku 2026, honorarium pengurus, hingga perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum.  

Sejalan dengan restrukturisasi tersebut, perseroan merombak jajaran manajemen. Agus Karianto ditunjuk sebagai Direktur Utama, didampingi Bambang Setiadji dan Bambang Supeno Irianto sebagai direktur. Sementara posisi Komisaris Utama dijabat Yazid Fanani, Komisaris Independen Erry Firmansyah, dan Komisaris Wilson.  

Dalam paparan publik 2026, Agus Karianto menyatakan target bisnis tahun ini disusun bersama pengendali baru dan pengurus baru sebagai bagian dari langkah pemulihan kinerja.

“Rencana kerja tersebut disusun oleh pengendali baru bersama pengurus baru sesuai hasil keputusan RUPSLB 2026,” ujar Agus Karianto, katanya, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

Perseroan menargetkan pendapatan Rp517 miliar pada 2026, dengan gross profit margin Rp71,23 miliar, EBITDA Rp58,09 miliar, dan laba bersih Rp7,52 miliar. Fokus pasar pun diarahkan ke proyek APBN, BUMN, serta proyek yang berasal dari pengendali baru dengan membidik kontrak baru Rp710 miliar .

“Adapun segmen pasar yang ditargetkan adalah proyek-proyek APBN dan BUMN serta proyek dari pengendali baru Perseroan. Saat ini ada beberapa proyek sedang proses tender dan waktu dekat akan segera ada pengumuman pemenang,” kata Agus.  

Manajemen juga menyiapkan diversifikasi proyek ke sektor bernilai tambah tinggi seperti infrastruktur strategis, energi, dan proyek berbasis engineering, procurement, and construction (EPC). Selain itu, produktivitas akan ditingkatkan melalui modernisasi alat berat dan digitalisasi proses konstruksi.  

Baca Juga: Akuisisi 71,22/% Saham Tuntas, Penajam Makmur Jaya Jadi Pengendali Baru BIKE

Baca Juga: Pengendali Summarecon Borong 27,95 Juta Saham SMRA, Kepemilikan Naik Jadi 36%

Baca Juga: Krakatau Steel Panaskan Mesin Pertumbuhan, Akbar Djohan Targetkan Laba US$129 Juta di 2026

Untuk menopang strategi tersebut, ASLI mengandalkan portofolio alat berat yang terdiri dari 30 unit excavator, 24 crane, enam rotary drilling rig, batching plant, truck mixer, tongkang, serta tug boat yang dapat dimanfaatkan untuk proyek internal maupun penyewaan ke pihak ketiga guna menghasilkan pendapatan berulang.  

Pada 2025, ASLI mencatat pendapatan Rp115,72 miliar dan rugi bersih Rp112,46 miliar. Target 2026 menjadi sinyal upaya pemulihan kinerja setelah pergantian pengendali dan restrukturisasi manajemen. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri