Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengendali Baru Masuk, ASLI Gas Proyek Infrastruktur Nasional

Pengendali Baru Masuk, ASLI Gas Proyek Infrastruktur Nasional Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) membidik proyek infrastruktur nasional bernilai triliunan rupiah setelah PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) resmi masuk sebagai pemegang saham pengendali baru. Fokus proyek meliputi revitalisasi bandara, pembangunan jalan dan jembatan, hingga proyek logistik nasional melalui kerja sama dengan BUMN Karya.

Direktur PT Asri Karya Lestari Tbk Yudra Saputra mengatakan, masuknya WKM menjadi titik awal penataan ulang strategi bisnis perseroan dengan orientasi pada proyek-proyek strategis nasional yang berskala besar dan berkelanjutan.

“Saat ini Perseroan bersama dengan WKM mulai menyusun dan mengimplementasikan business plan yang terukur bagi ASLI, dengan fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor konstruksi infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas logistik nasional,” ujar Yudra, Jakarta, Selasa (10/2/2026). 

Baca Juga: Pengendali Baru Mulai Tender Wajib Saham STAR, Pasang Harga Rp88 per Lembar

Dalam jangka pendek periode 2025–2026, ASLI akan mengikuti tender proyek revitalisasi runway dan taxiway Bandara Sentani serta Bandara Ngurah Rai (sisi udara) dengan estimasi nilai proyek sekitar Rp300 miliar. Proses tender saat ini masih berjalan dan proyek tersebut diharapkan bersifat recurring sekaligus memperkuat portofolio perseroan di sektor transportasi udara.

Pada jangka menengah 2026-2028, WKM mendorong ASLI memperluas eksposur ke proyek logistik nasional. Perseroan tengah menjajaki keterlibatan dalam pembangunan gudang skala nasional senilai sekitar Rp5 triliun melalui skema kerja sama operasi (KSO) dengan BUMN Karya. Proyek ini masih berada dalam tahap penjajakan dan persiapan.

Untuk jangka panjang mulai 2027 dan seterusnya, ASLI menargetkan keberlanjutan usaha melalui diversifikasi portofolio proyek dan penguatan pengelolaan risiko. Strategi tersebut dilakukan dengan menjaga kesinambungan pipelineproyek serta optimalisasi skema KSO, dengan pendanaan yang bersumber dari kombinasi arus kas internal dan pinjaman.

Sejalan dengan rencana ekspansi tersebut, perseroan menyiapkan penguatan kapasitas alat produksi. ASLI merencanakan pengadaan Asphalt Mixing Plant (AMP), Asphalt Finisher, serta Batching Plant merek SANY dengan nilai investasi sekitar Rp330 miliar pada periode 2025-2027. Pendanaan investasi ini berasal dari kas internal dan pinjaman investasi perbankan.

Baca Juga: Perkuat Cengkeraman, Pengendali Borong Saham INET Rp45,28 Miliar

“Seluruh rencana strategi dan business plan tersebut dinilai feasible karena didukung oleh pipeline proyek pemerintah dan BUMN yang berkelanjutan, penerapan skema pendanaan berbasis proyek (project-based financing), serta investasi pada aset dan peralatan yang bersifat produktif dan dapat dimanfaatkan lintas proyek,” jelas Yudra.

WKM sebagai pengendali baru juga memiliki rekam jejak kerja sama dengan pelaku industri nasional. Berdasarkan informasi di laman resmi WKM, perusahaan tersebut memiliki hubungan bisnis dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan tambang batu bara swasta di bawah naungan Jhonlin Group.

Sejumlah proyek yang pernah dikerjakan bersama antara WKM dan PT Jhonlin Baratama meliputi pembangunan Workshop & Office Plant di Kalimantan Selatan, pembangunan Tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri, serta pembangunan mess dan perumahan karyawan.

“Dengan dukungan pengendali baru yang bonafide serta jaringan dan pengalaman dalam proyek-proyek berskala besar, kami optimistis ASLI dapat bertransformasi menjadi perusahaan konstruksi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing,” tutup Yudra.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: