Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Perkuat KEK untuk Genjot Investasi, Airlangga Soroti Peluang Data Center

Pemerintah Perkuat KEK untuk Genjot Investasi, Airlangga Soroti Peluang Data Center Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. KEK diharapkan menjadi katalis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan setiap kementerian dan lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK melalui percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha.

“Oleh karenanya, dukungan lintas sektor menjadi kunci agar kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat,” kata Airlangga dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan I 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (29/4/2026).

Dalam konferensi pers terkait realisasi investasi triwulan I 2026 beberapa waktu lalu, pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% secara tahunan (year on year/yoy). Penyerapan tenaga kerja juga meningkat menjadi 706.569 orang atau naik 18,93% yoy.

Dari total investasi tersebut, sektor hilirisasi masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 30% dari keseluruhan investasi.

Lebih lanjut, Airlangga menyoroti kebutuhan pembangunan data center di Indonesia seiring perkembangan era artificial intelligence dan quantum computing. Menurutnya, terdapat dua lokasi KEK yang berpotensi menjadi landing pointpembangunan data center di Indonesia, yakni Batam dan Bitung.

“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami meminta kepada BUPP untuk terus memonitor. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyampaikan bahwa perlu dilakukan fine tuning terhadap KEK-KEK yang sudah ada beserta fasilitasnya,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah akan melanjutkan pengembangan KEK yang dinilai mampu beroperasi penuh dalam tiga hingga empat tahun ke depan agar benar-benar menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 23 April 2026, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah menggelar High-Level Roundtable Discussion terkait link and match pelatihan dan penempatan tenaga kerja di KEK bersama Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga: KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi, Pemerintah Genjot Investasi dan Perizinan Dipermudah

Baca Juga: Prabowo Dorong KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi RI

Baca Juga: KEK Batang Bangun Dryport Rel, Siap Jadi Hub Logistik Nasional

Setiap Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) didorong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi dan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK. Langkah tersebut akan ditindaklanjuti melalui pelaksanaan pelatihan vokasi yang lebih tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang berlangsung dalam dua hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri