Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Pengganggu Timur Tengah Sudah Mati,' Amerika Klaim Iran Kini Cuma Bisa Omong Besar Tanpa Aksi

'Pengganggu Timur Tengah Sudah Mati,' Amerika Klaim Iran Kini Cuma Bisa Omong Besar Tanpa Aksi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan serangan verbal terhadap Iran di tengah memanasnya konflik kedua negara. Kali ini, Trump secara terbuka mengejek Teheran sebagai negara yang hanya pandai berbicara tetapi tidak mampu menunjukkan aksi nyata di lapangan.

Menurut Trump, kemampuan militer Iran saat ini telah mengalami kemunduran serius akibat berbagai konflik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Diakui Wakil Trump, Amerika Serikat Tak Bisa Lihat Jelas Ujung Perang Iran

"Militer Iran benar-benar berantakan. Sebagian besar kekuatannya, seperti angkatan laut dan angkatan udara, bahkan hampir tidak ada lagi. Mereka telah dikalahkan sepenuhnya," ungkap Trump, dikutip Kamis (11/6).

Tak berhenti sampai di situ, Trump juga menilai Iran selama ini lebih banyak mengandalkan retorika dibandingkan tindakan nyata.

"Iran hanya banyak bicara dan tidak ada aksi. Pengganggu Timur Tengah itu sudah mati," lanjut Trump.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu serangan politik paling keras yang dilontarkan Trump sejak ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran kembali meningkat menyusul insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Amerika di sekitar Selat Hormuz.

Di saat yang sama, Amerika Serikat mengklaim telah menyerang sekitar 20 target di Iran sebagai respons atas insiden tersebut. Meski operasi militer disebut telah berakhir, pejabat Gedung Putih menegaskan situasi masih sangat dinamis dan Washington siap mengambil langkah lanjutan jika Iran melakukan balasan.

Trump sendiri membela keputusan serangan tersebut dan menyebutnya sebagai respons yang kuat serta diperlukan.

"Saya pikir sangat penting untuk merespons. Mereka menembak jatuh helikopter kami dan kami sedang meresponsnya sekarang," kata Trump.

Meski terus melontarkan kritik tajam terhadap Iran, pemerintah Amerika tetap mempertahankan jalur diplomasi. Gedung Putih memastikan pembicaraan damai antara kedua negara masih berlangsung.

Namun, bagi Trump, posisi Iran saat ini semakin lemah. Ia bahkan menggambarkan bahwa negara tersebut sudah kehilangan pengaruh yang selama ini membuatnya disegani di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, FIFA dan Amerika Sudah Dihantam Kontroversi Besar

Situasi ini membuat ketegangan antara kedua negara memasuki babak baru, bukan hanya di medan militer tetapi juga dalam perang narasi yang semakin terbuka di hadapan publik dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar