Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Dorong KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi RI

Prabowo Dorong KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi RI Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai senjata baru untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global.

KEK diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan I Tahun 2026, di Jakarta, Senin (27/4/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional.

“Pemerintah di bawah arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peran KEK dalam mendukung penguatan ekonomi nasional. Setiap Kementerian/Lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha. Oleh karenanya, dukungan lintas sektor menjadi kunci agar kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4).

Dalam Konferensi Pers terkait Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026 beberapa waktu lalu disebutkan bahwa realisasi pertumbuhan investasi di triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% (yoy). Disusul oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang atau naik 18,93% (yoy). Dari keseluruhan investasi, sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka 30% dari total investasi.

Lebin lanjut, Menko Airlangga mencontohkan kebutuhan adanya data center di Indonesia dalam era artificial intelligence dan quantum computing seperti sekarang ini. Terdapat dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia yaitu Batam dan Bitung.

“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor, dan juga karena Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa kita perlu fine tuning KEK-KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya. Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Menko Airlangga.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Bangun Fly Over Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Baca Juga: Prabowo Turun Tangan Usai Tabrakan Kereta di Bekasi, Perintahkan Investigasi

Pada 23 April lalu, Kemenko Perekonomian telah melaksanakan High-Level Roundtable Discussion Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di KEK bersama Menteri Ketenagakerjaan. Setiap BUPP didorong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi serta menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pelatihan vokasi yang tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang akan berlangsung dalam dua hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Menko Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya