Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Fahri Hamzah sebut Aktivis Reformasi seperti Budiman Sudjatmiko dan Jumhur sekarang Melihat Prabowo 'Inilah Pejuang Kita'

Fahri Hamzah sebut Aktivis Reformasi seperti Budiman Sudjatmiko dan Jumhur sekarang Melihat Prabowo 'Inilah Pejuang Kita' Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberi ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah yang mencapai Rp18.000. Jika ekonomi tidak membaik, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk "Reformasi Jilid II".

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menilai saat ini banyak yang terjebak pada penilaian yang salah terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, banyak orang masih menyimpan apa yang ia sebut sebagai 'trauma generasi', ia melihat saat ini jajaran kabinet Prabowo sudah banyak diisi oleh para aktivis 98 yang saat masa Reformasi ikut melawan Orde Baru.

Fahri yang juga salah satu tokoh reformasi 98 menilai banyak pihak masih salah memahami Presiden Prabowo Subianto, meski sang presiden telah banyak berubah.

Menurutnya, sejumlah tokoh yang dahulu kritis terhadap Orde Baru, seperti Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat justru saat ini berbalik pandangan setelah berinteraksi langsung dengan Prabowo.

Fahri pun menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap presiden seharusnya diselesaikan melalui dialog dan komunikasi.

"Sekarang ada Budiman, Jumhur, Agus Jabo mereka dulu alergi dengan Orde Baru, tapi ketika mereka ketemu Pak Prabowo, "Nah ini lah pejuang kita" orang ini, kita menjalankan seluruh agenda reformasi yang pernah kita punya dulu, mereka sekarang hadir membela Prabowo," kata Fahri dari diskusi Rosi.

Selain itu, Fahri juga menyebut sosok Prabowo adalah sosok yang gemar membaca, dia adalah intelektual yang peka melihat situasi di sekitar dan rakyatnya.

"Saya mengikuti Pak Prabowo cukup lama, dia seorang pembaca, orang yang menulis sebelum berkuasa dan orang yang datang dengan agenda transformasi besar-besaran.Saya kira banyak yang salah paham Pak Prabowo karena trauma generasi, generasi mereka itu terjebak oleh fitnah masa lalu," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat