'Mereka Mengecewakan Kami,' Amerika Serikat Ditipu Terang-terangan Militan Kurdi dalam Perang Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap kekecewaannya terhadap kelompok Kurdi setelah sebuah operasi rahasia pengiriman senjata yang ditujukan untuk pihak-pihak anti-pemerintah Iran diduga berakhir gagal total.
Trump menilai kelompok Kurdi yang menjadi perantara distribusi senjata justru menyimpan persenjataan tersebut dan tidak menyerahkannya kepada pihak yang menjadi target operasi.
Baca Juga: Tanda Amerika Sudah Frustrasi dengan Iran, Taktik Era Perang Vietnam Kembali Dipakai Trump
"Kurdi mengecewakan kami," kata Trump, dikutip Jumat (12/6).
Ia mengaku sejak awal sebenarnya sudah menaruh kecurigaan terhadap skema distribusi tersebut.
"Saya pikir mereka akan menyimpan senjata itu untuk diri mereka sendiri," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengonfirmasi bahwa AS pernah mengirim sejumlah senjata melalui kelompok Kurdi untuk diteruskan kepada pihak-pihak yang menentang rezim Iran.
Menurut Trump, tujuan pengiriman itu adalah membantu kelompok yang ingin melawan pemerintah Teheran. Namun, ia menilai operasi tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
"Kami mengirim banyak senjata. Kami mengirimkannya melalui Kurdi, dan saya pikir Kurdi mengambil senjata-senjata itu," kata Trump.
Klaim tersebut langsung memicu kontroversi. Sejumlah kelompok Kurdi membantah menerima ataupun menyimpan senjata dari Amerika Serikat. Mereka menyebut tuduhan Trump tidak benar dan berpotensi membahayakan posisi mereka di kawasan.
Meski demikian, pengakuan Trump membuka tabir mengenai adanya operasi tidak langsung yang pernah dilakukan Washington untuk menekan Iran. Operasi itu diduga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperlemah pemerintahan Teheran tanpa keterlibatan militer langsung dalam skala besar.
Kegagalan distribusi senjata tersebut kini menjadi sorotan karena terjadi di tengah eskalasi konflik terbaru antara AS dan Iran. Washington bahkan telah melancarkan beberapa serangan terhadap target Iran dan mengancam akan melanjutkan operasi militer jika Teheran tidak memenuhi tuntutan dalam proses negosiasi.
Baca Juga: Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat
Bagi Trump, kasus ini menjadi bukti bahwa operasi melalui pihak ketiga tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ia secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kelompok Kurdi yang menurutnya tidak menjalankan peran sebagaimana yang diharapkan Washington.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: