Danantara Bentuk Indonesia Financial Center, Satgas dan Badan Otoritas Segera Disiapkan
Kredit Foto: Dok. BPMI
Pemerintah memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk Indonesia Financial Center(IFC) sebagai langkah awal pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau financial center di Bali.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan Danantara juga diminta membentuk badan otoritas serta satuan tugas (satgas) yang akan mendukung proses pendirian IFC tersebut.
“Ini tadi baru disampaikan oleh Pak Menko (Airlangga Hartarto). Pak Menko menyampaikan untuk segera mengkaji pembentukan Indonesia Financial Center ini dan akan dibentuk suatu badan otoritas serta satgas,” kata Rosan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Rabu (29/4/2026).
Rosan menjelaskan badan otoritas dan satgas tersebut akan berada langsung di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut dia, pembentukan struktur kelembagaan itu akan dipercepat guna mendukung realisasi KEK sektor keuangan di Bali.
“Pak Menko menyampaikan bahwa pembentukan ini akan dilakukan secepat-cepatnya,” ujarnya.
Meski demikian, Rosan menegaskan aturan teknis terkait pembentukan tim satgas masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Nanti akan dikaji lebih lanjut oleh tim satgas bersama yang dibentuk oleh Pak Menko,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Dorong KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi RI
Baca Juga: KEK Batang Bangun Dryport Rel, Siap Jadi Hub Logistik Nasional
Baca Juga: KEK Jadi Senjata Baru Ekonomi, Pemerintah Genjot Investasi dan Perizinan Dipermudah
Sebagai informasi, rencana pembentukan KEK sektor keuangan di Bali merupakan upaya pemerintah mendorong pengembangan industri keuangan nasional melalui skema international financial center. Pemerintah menilai keberadaan pusat keuangan internasional di Bali dapat menjadi magnet baru bagi investor global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri keuangan regional.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pembahasan mengenai KEK keuangan di Bali terus berjalan serius dengan melibatkan berbagai mitra finansial internasional di bawah payung international financial center. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru dan memperluas ekosistem jasa keuangan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: