Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Arsitektur Tanpa Kubah, Masjid Raya Padang Menarik Perhatian Dunia

Arsitektur Tanpa Kubah, Masjid Raya Padang Menarik Perhatian Dunia Kredit Foto: Dok. Kemenparekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, di Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil menarik perhatian dunia saat dipamerkan di ajang ITB Berlin 2026.

Hal tersebut disampaikan Menpar dalam kunjungan kerjanya ke Sumatra Barat, Rabu (29/4/2026), ketika meninjau masjid yang menjadi ikon wisata ramah Muslim di daerah tersebut.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya Minangkabau. Arsitekturnya yang unik tanpa kubah, dengan bentuk gonjong khas rumah adat, serta ornamen ukiran dan kaligrafi, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Saat kami mengikuti pameran pariwisata internasional di ITB Berlin, foto masjid ini menarik perhatian banyak pengunjung. Ini menunjukkan potensi besar yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi,” kata Menpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Kamis (30/4).

Menpar menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mengembangkan Sumatra Barat sebagai destinasi unggulan wisata ramah Muslim.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemenpar meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang menjadi tolok ukur kesiapan destinasi memenuhi standar Global Muslim Travel Index (GMTI). Berdasarkan penilaian IMTI, Sumatra Barat masuk dalam lima besar provinsi terbaik dari 15 provinsi yang dinilai

Selain itu, Kemenpar juga mendorong penguatan rantai nilai melalui program sertifikasi halal bagi pengusaha UMKM bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga saat ini, telah difasilitasi penerbitan 14.694 sertifikat halal di 391 desa wisata yang tersebar di 33 provinsi.

Baca Juga: Senior Happy Run 5K: Lansia Sehat, Pariwisata Naik Kelas

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Kemenpar Geser Fokus Pariwisata dari Barat ke Asia

Upaya lain dilakukan melalui penyusunan standar nasional layanan pariwisata ramah Muslim bersama Bappenas dan Bank Indonesia guna menjamin konsistensi kualitas layanan di seluruh destinasi Indonesia. 

Kemenpar juga menghadirkan halaman khusus pariwisata ramah Muslim serta mendorong industri pariwisata untuk menyediakan paket wisata ramah Muslim, termasuk sebagai syarat partisipasi dalam berbagai pameran internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya