Perempuan Jadi Tulang Punggung Pariwisata, Sumbang 54% Tenaga Kerja dan UMKM Rp2.343 Triliun
Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan peran strategis perempuan sebagai tulang punggung pariwisata nasional. Selain berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pengelolaan destinasi, perempuan juga menjadi penggerak utama ekonomi pariwisata.
Ni Luh menjelaskan, secara nasional perempuan menyumbang sekitar 54,22 persen tenaga kerja di sektor pariwisata. Di sisi lain, bisnis UMKM yang dipimpin perempuan diproyeksikan berkontribusi hingga USD 135 miliar atau sekitar Rp2.343 triliun (kurs Rp17.360) pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Wamenpar dalam pembukaan acara SDG 5 in Action 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh PATA Indonesia Chapter bersama Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Selasa (5/5/2026).
“Angka-angka ini menegaskan perempuan sebagai tulang punggung ketahanan sektor pariwisata kita. Dan ketika perempuan diberdayakan, ekonomi akan berkembang pesat,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Kamis (7/5).
Kontribusi tersebut tercermin dalam kinerja pariwisata nasional. Pada 2025, Indonesia menyambut 15,39 juta wisatawan mancanegara dengan rata-rata pengeluaran sebesar 1.267 dolar AS per kunjungan. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan.
Capaian tersebut mendorong sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,96 persen terhadap PDB nasional dan mendukung lebih dari 25,91 juta lapangan kerja. Dari sisi devisa, pariwisata menghasilkan 18,27 miliar dolar AS, menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Meski menunjukkan tren positif, tantangan kesetaraan gender masih menjadi perhatian. Berdasarkan Global Gender Gap Report 2025 dari World Economic Forum, diperlukan waktu sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan penuh tanpa upaya percepatan.
Pemerintah Indonesia merespons hal tersebut melalui penguatan kebijakan pengarusutamaan gender sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2000, serta berbagai program peningkatan kapasitas bagi pengusaha perempuan.
Di tingkat global, Indonesia juga menunjukkan komitmen dengan menjadi tuan rumah 2nd UN Tourism Women Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific pada 2024. Forum ini tidak hanya mempromosikan pariwisata Indonesia, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dan mendorong kesetaraan gender.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa mengajak mahasiswa Universitas Pancasila untuk menjadi agen perubahan melalui tiga pilar utama, yaitu memimpin dengan empati, menginspirasi melalui inovasi, dan mentransformasi sistem.
“Izinkan saya mengambil inspirasi dari semangat R.A. Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang. Mari kita pastikan bahwa terang ini bukanlah harapan yang jauh, melainkan api yang kita bawa dalam setiap langkah pembangunan pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Executive Director PATA Indonesia, Agus Canny, menyampaikan bahwa semangat R.A. Kartini mengingatkan pentingnya pendidikan, pemberdayaan, dan kesempatan yang setara bagi semua.
“Oleh karena itu, isu ini memerlukan komitmen dan kolaborasi kita bersama. Kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan, melainkan tanggung jawab kita semua. Ketika kesempatan yang sama diberikan, masyarakat akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” kata Agus.
Baca Juga: Pelita Air Hadirkan Sales on Board 'PAS Sky Shop', Tawarkan Produk UMKM Unggulan hingga Merchandise
Baca Juga: Dibuka! Hotel Mercure Jakarta Grogol, Magnet Baru Ekonomi dan Pariwisata
Wakil Rektor I Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, menegaskan kesetaraan gender bukan hanya hak asasi, tetapi fondasi utama bagi masa depan yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Namun, mencapai SDG 5 membutuhkan aksi kolektif. Mari kita bekerja sama, dipandu oleh nilai-nilai luhur Pancasila dan visi global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, untuk memastikan bahwa kesetaraan bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan,” ujar Arissetyanto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: