Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Hanya dari SAL, Purbaya Bongkar Sumber Pendanaan Bond Stabilization Fund

Tak Hanya dari SAL, Purbaya Bongkar Sumber Pendanaan Bond Stabilization Fund Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sumber pendanaan Bond Stabilization Fund (BBSF) sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga surat utang negara tidak hanya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL). 

Ia menyebut, pemerintah akan menggandeng Bank Indonesia untuk berkoordinasi dalam menjaga stabilitas pasar obligasi. Skema Bond Stabilization Fund ini juga disebut akan melibatkan sejumlah special mission vehicle (SMV) yang berada di bawah Kementerian Keuangan sebagai bagian dari desain pembiayaan dana.

“Nanti kerjanya juga pasti koordinasi dengan bank sentral. Tetapi dananya ada, kalau fund betulan kan desain lamanya itu ada beberapa lembaga yang terlibat antara lain keuangan dan seluruh SMV yang di bawah keuangan itu bisa ikut membantu ketika kita melakukan stabilisasi harga bond. Itu utamanya, jadi bukan SAL saja,” kata Purbaya dalam konferensi Pers KSSK, Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

Rencana penerbitan Bond Stabilization Fund sebagai upaya memperkuat ketahanan pasar domestik, terutama menghadapi dinamika arus modal asing yang masuk dan keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Purbaya menegaskan, pembentukan dana stabilisasi tersebut bertujuan agar pasar obligasi domestik tidak mudah terpengaruh oleh manuver investor asing yang berpotensi mengguncang harga surat utang di pasar sekunder.

“Jadi pada dasarnya saya hanya ingin melihat saja supaya bond-nya, marketnya relatif stabil, jangan gampang digoyang oleh investor asing,” tambahnya.

Purbaya mengatakan volume dana asing yang keluar dari pasar obligasi domestik sejauh ini masih dalam batas yang relatif terkendali. Karena itu, ia optimistis kapasitas dana yang dimiliki pemerintah cukup untuk meredam gejolak apabila sewaktu-waktu tekanan di pasar meningkat.

“Kalau melihat volumenya yang keluar selama ini kelihatannya tidak besar-besar amat harusnya sih. Dana kita cukup. Urgency cuma itu, menjaga harga bond kita supaya stabil supaya tidak menimbulkan kegaduhan di pasar modal kita,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra