Kredit Foto: PLN EPI
Ketua Kelompok Tani Hutan Wana Lestari, Jaban Sukarto, mengakui adanya perubahan signifikan dalam pengelolaan pembibitan setelah adanya digitalisasi tersebut.
“Dengan adanya sistem listrik dan digitalisasi ini, pekerjaan kami menjadi lebih ringan dan teratur. Kami juga lebih percaya diri dalam menghasilkan bibit yang berkualitas dan siap tanam,” ungkap Jaban.
Selain fokus pada lingkungan dan teknologi, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani melalui pengembangan usaha bibit berkualitas serta produk olahan mangrove seperti keripik, sirup, selai, hingga sabun.
Inisiatif ini merupakan implementasi dari Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI dalam mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem pesisir melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra