Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zulhas Targetkan Proyek Sampah Menjadi Listrik di 25 Lokasi Rampung Mei 2028

Zulhas Targetkan Proyek Sampah Menjadi Listrik di 25 Lokasi Rampung Mei 2028 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan penyelesaian proyek pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik di 25 lokasi strategis dalam tiga tahun ke depan. Proyek ini mencakup 62 kabupaten/kota yang saat ini masuk dalam kategori darurat sampah.

Target tersebut ditegaskan dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah dan PT Danantara Investment Management di Jakarta, baru-baru ini. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk segera mengatasi persoalan polusi dan kedaruratan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

"Beliau (Presiden) mengatakan tidak mungkin tadi kita akan jadi negara yang maju kalau sampah aja kita tidak bisa selesaikan, gitu ya. Yang menyebabkan polusi, polusi tanah, air, udara, mengancam kesehatan keselamatan masyarakat," ujar Zulkifli Hasan di Kemenko Pangan, Senin (11/5/2026).

Zulkifli menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menangani lokasi-lokasi yang masih menerapkan sistem open dumping atau penumpukan sampah terbuka yang sudah melebihi kapasitas. Menurutnya, tumpukan sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari menjadi prioritas utama untuk dikonversi menjadi energi.

"Yang kita bahas hari ini itu yang kategori darurat, yang open dumping ya, yang sudah numpuk-numpuk sudah dikategorikan darurat Pak. Kita akan selesaikan prosesnya 6 bulan administrasi, pembangunan 2 tahun sehingga 2027 separuh selesai, 2028 bulan Mei insyaallah semuanya selesai yang 22,5% yang darurat tadi," jelasnya.

Selain mengejar target lokasi darurat, pemerintah secara paralel juga mendorong penggunaan teknologi dalam negeri untuk wilayah dengan volume sampah di bawah 1.000 ton, seperti melalui metode Refuse Derived Fuel (RDF), TPST, hingga pirolisis.

Baca Juga: Hanya 2 Jam! Teknologi Hidrotermal di Pasar Kramat Jati Bikin Sampah Organik Lenyap

Baca Juga: Sampah Disulap Jadi Listrik, Menteri Jumhur Kebutkan PSEL Palembang

Zulkifli menekankan bahwa keberhasilan proyek berskala nasional ini sangat bergantung pada konsistensi para pimpinan daerah. Ia menyebut Gubernur, Bupati, dan Walikota sebagai pemegang kunci utama eksekusi di lapangan.

"Kami nggak mungkin mengurusi sampai ke daerah-daerah, nggak mungkin. Jadi kuncinya, kata kuncinya adalah gubernur tentu bupati dan walikota. Nah yang paling penting kesadaran kita itu tadi," tegasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Mensesneg Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup Jongbur Hidayat, Menteri Dikti Sains dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, Kepala BRIN Arif Satria, serta Kepala BP Investasi Danantara Rosan Roeslani. 

Selain itu, hadir pula sejumlah kepala daerah untuk menandatangani kesepakatan aglomerasi, termasuk Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta perwakilan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menutup arahannya, Zulkifli optimis kolaborasi antarlembaga dan pemerintah daerah dapat mengubah sampah dari beban menjadi sumber daya yang berguna. 

"Semangat kita untuk segera menyelesaikan apa persoalan sampah ini menjadi listrik, menjadi apa ada saja jadi minyak, ada jadi pupuk berguna untuk petani, ya musuh kita jadikan teman," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra