Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Gandeng 6 Daerah Akselerasi Proyek Sampah Jadi Listrik

Danantara Gandeng 6 Daerah Akselerasi Proyek Sampah Jadi Listrik Kredit Foto: Danantara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menggandeng enam pemerintah daerah untuk merealisasikan kerja sama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam seremoni yang berlangsung di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Adapun enam wilayah yang masuk dalam gelombang kerja sama kali ini adalah Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Medan Raya, Bogor Raya 2, serta Kabupaten Bekasi. Sinergi ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Berbasis Teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa proyek ini merupakan prioritas nasional mengingat kondisi darurat sampah di berbagai kota besar. Ia menekankan bahwa volume sampah yang melebihi 1.000 ton per hari harus segera dikonversi menjadi sumber energi produktif.

"Sesuai arahan Bapak Presiden berkali-kali kita tidak bisa nunggu lama ya, kalau tidak nanti ya beliau pimpin. Yang kita bahas hari ini itu yang kategori darurat, yang open dumping ya, yang sudah numpuk-numpuk sudah dikategorikan darurat," ujar sosok yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Zulhas menambahkan, pemerintah pusat tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan penuh dari pimpinan daerah. Menurutnya, keberhasilan eksekusi di lapangan berada di tangan para kepala daerah sebagai pemangku wilayah.

"Kami nggak mungkin mengurusi sampai ke daerah-daerah, nggak mungkin. Jadi kuncinya, kata kuncinya adalah gubernur tentu bupati dan walikota. Nah yang paling penting kesadaran kita itu tadi," tegasnya.

Di sisi lain, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, memaparkan ambisi besar di balik proyek ini. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah membidik penyelesaian puluhan proyek PSEL hingga tahun 2028 dengan nilai investasi yang sangat fantastis untuk memperkuat ketahanan energi dan lingkungan.

“Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang akan secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp87 triliun), jadi ini bukan nilai yang kecil,” ungkap Pandu di hadapan para awak media.

Pandu menilai, percepatan pembangunan infrastruktur PSEL membutuhkan kolaborasi masif dari seluruh stakeholders. Mengingat keterbatasan waktu, Danantara berkomitmen untuk terus memantau progres di lapangan guna memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” tambah Pandu.

Baca Juga: Inisiatif Hijau di Riau, Sampah Disulap Jadi Bahan Bakar

Baca Juga: Hasil KTT ASEAN: RI-Filipina Jajaki Rencana Interkoneksi Listrik

Sebagai informasi, akselerasi proyek ini telah dimulai sejak November 2025 melalui proses lelang. Pada Maret 2026, Danantara telah menetapkan pemenang untuk tiga lokasi awal, yakni PSEL Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya.

Setelah penandatanganan dokumen kerja sama pada April lalu dan MoU dengan Pemprov DKI Jakarta pada awal Mei, langkah masif hari ini semakin mempertegas ambisi Indonesia dalam memimpin transisi energi berbasis pengelolaan limbah di kawasan regional.

Selain proyek berskala besar, pemerintah juga mendorong diversifikasi teknologi untuk wilayah dengan volume sampah di bawah 1.000 ton per hari melalui metode Refuse Derived Fuel (RDF), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga teknologi pirolisis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra