Kredit Foto: Azka Elfriza
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut pemerintah masih membahas sejumlah kebijakan bantuan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Hal itu disampaikan Cak Imin saat menjawab pertanyaan awak media terkait kelanjutan kebijakan bantuan yang sebelumnya sempat diwacanakan pemerintah.
“Iya, itu sedang terus didiskusikan di Kemenko Perekonomian dan Himbara,” ujar Cak Imin.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga memaparkan perkembangan angka kemiskinan nasional yang disebut terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Ia menyebut tingkat kemiskinan Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 8,57 persen, lalu turun menjadi 8,25 persen pada 2025.
“Saya sampaikan datanya supaya lebih akurat. Jadi kemiskinan kita di tahun 2024 itu 8,57 persen. Tahun 2025 turun menjadi 8,25 persen,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0% di 2026, Siapkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Pemerintah, lanjutnya, menargetkan angka kemiskinan kembali ditekan hingga mencapai 7,36 persen pada 2026.
“Dan hari ini kita akan terus kejar sampai di angka 7,36 persen tahun ini 2026,” ujar dia.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penurunan signifikan pada angka kemiskinan ekstrem. Cak Imin menyebut tingkat kemiskinan ekstrem pada 2024 berada di angka 0,99 persen.
Sementara pada 2025, angka tersebut telah turun menjadi 0,78 persen. Pemerintah pun menargetkan kemiskinan ekstrem maksimal berada di angka 0,38 persen pada 2026, bahkan diharapkan bisa mencapai nol persen pada akhir tahun.
“Target kemiskinan ekstrem 2024 0,99 persen, tahun ini ditarget maksimal 0,38 atau akhir tahun 0 persen kemiskinan ekstrem. Sementara alhamdulillah 2025 ada di angka sudah 0,78 persen,” kata Cak Imin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: