Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harta Seskab Teddy Indra Wijaya Melejit Rp4,73 Miliar, Tembus Rp20,11 Miliar dalam Setahun

Harta Seskab Teddy Indra Wijaya Melejit Rp4,73 Miliar, Tembus Rp20,11 Miliar dalam Setahun Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lonjakan kekayaan pejabat negara kembali menjadi perhatian setelah data terbaru dipublikasikan. Harta milik Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam periode yang relatif singkat.

Dalam laporan LHKPN periodik 2025, total kekayaannya kini mencapai Rp20,11 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp15,38 miliar.

Selisih kenaikan yang mencapai Rp4,73 miliar menjadi poin paling mencolok dalam laporan tersebut. Jika dihitung secara persentase, lonjakan ini setara dengan sekitar 30,8 persen dalam satu periode pelaporan.

Perubahan sebesar itu langsung menempatkan laporan kekayaan ini dalam sorotan publik. Apalagi, kenaikan terjadi tanpa adanya beban utang yang biasanya menjadi faktor pengurang nilai kekayaan bersih.

Data tersebut dilaporkan melalui mekanisme LHKPN yang wajib dipenuhi pejabat negara. Laporan itu disampaikan pada 30 Maret 2026 sebagai bentuk transparansi terhadap publik.

Meski bersifat administratif, rincian angka dalam laporan justru membuka ruang pembacaan yang lebih dalam. Terutama terkait sumber kenaikan yang tidak merata di setiap kategori aset.

Kategori harta bergerak lainnya menjadi penyumbang kenaikan paling besar. Nilainya melonjak dari Rp4,68 miliar menjadi Rp7,71 miliar dalam satu periode laporan.

Lonjakan di sektor ini secara langsung mendorong total kekayaan naik signifikan. Perubahan besar pada satu komponen membuat struktur kekayaan terlihat semakin terkonsentrasi.

Selain itu, aset berupa tanah dan bangunan juga mengalami peningkatan nilai. Dari sebelumnya Rp8,2 miliar, kini tercatat menjadi Rp9,04 miliar.

Namun yang menarik, jumlah properti yang dimiliki tidak mengalami perubahan sama sekali. Tetap lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sragen, Minahasa, dan Bekasi.

Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan lebih dipicu oleh peningkatan valuasi aset. Bukan karena adanya ekspansi atau penambahan properti baru dalam periode tersebut.

Salah satu aset dengan nilai tertinggi berada di wilayah Bekasi. Properti berupa tanah dan bangunan seluas 300 meter persegi itu ditaksir bernilai Rp3,72 miliar.

Baca Juga: Bisnis Tambang Grup Astra Tertekan di Kuartal I 2026, United Tractors hingga Emas Martabe Turun Laba

Di sisi likuiditas, kas dan setara kas juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Nilainya naik dari Rp1,17 miliar menjadi Rp2,14 miliar dalam laporan terbaru.

Sementara itu, aset kendaraan dan mesin tercatat senilai Rp1,21 miliar dengan komposisi tiga unit mobil. Tidak adanya utang maupun surat berharga membuat total kekayaan tercatat utuh, sehingga lonjakan yang terjadi terlihat semakin mencolok.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: