Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

China Angkat 800 Juta Warga dari Kemiskinan, Indonesia Kini Belajar Sistemnya

China Angkat 800 Juta Warga dari Kemiskinan, Indonesia Kini Belajar Sistemnya Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia mulai serius belajar dari China soal strategi pengentasan kemiskinan setelah negara tersebut berhasil mengangkat sekitar 800 juta penduduk keluar dari garis kemiskinan dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah menilai keberhasilan China bisa menjadi contoh penting untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan Indonesia tidak hanya ingin mempelajari program-program China, tetapi juga sistem kerja hingga teknik penyelesaian masalah yang diterapkan pemerintah Beijing.

“Yang penting untuk dipelajari bukan hanya program, tapi prosedural, sistematika, teknik mengatasi masalah, problem solving dan juga antisipasi semua, manajemen lainnya,” kata Riza Patria di Beijing.

Riza menyebut China memiliki kontribusi besar bagi banyak negara dalam urusan pengentasan kemiskinan. Karena itu, Indonesia juga ingin mengejar ketertinggalan agar bisa berkembang menjadi negara maju.

“China berhasil dalam banyak hal, Indonesia akan mengejar ketertinggalannya dan akan ikut maju seperti China,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Riza saat menghadiri rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau GPPAD di Beijing. Dalam forum tersebut, Indonesia dipercaya menjadi wakil ketua bersama beberapa negara lain seperti Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, Pantai Gading, dan Uzbekistan.

Menurut Riza, angka kemiskinan Indonesia memang mulai menurun tetapi masih berada di atas 10 persen. Pemerintah menilai masalah kemiskinan harus ditangani cepat karena memiliki persoalan yang kompleks.

“Indonesia negara yang besar, angka kemiskinannya juga sudah menurun sedikit, tapi masih tinggi karena masih di atas 10 persen,” kata Riza.

Riza juga mengaitkan upaya pengentasan kemiskinan dengan program-program Presiden Prabowo Subianto yang fokus menyasar masyarakat desa. Program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga peningkatan harga gabah petani disebut diarahkan untuk menggerakkan ekonomi pedesaan.

Menurutnya, program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat desa sekaligus memperkuat kesejahteraan warga miskin. Pemerintah percaya roda ekonomi desa akan bergerak lebih cepat jika dukungan negara diperkuat.

Selama ini Indonesia dan China juga telah menjalin kerja sama dalam pengembangan desa. Pemerintah Indonesia bahkan rutin mengirim kepala desa ke China untuk belajar langsung soal tata kelola dan strategi pembangunan pedesaan.

“Tahun lalu ada 25 orang, tahun ini 27 orang dan akan terus berkembang,” ujar Riza.

Baca Juga: China Tolak RTX 5090D V2, Nvidia 'Pede' Pasar Prosesor Vera Bernilai Rp3.565 Triliun

Berdasarkan data resmi, China berhasil mengentaskan kemiskinan terhadap sekitar 800 juta warga sejak 1970 hingga 2021. Bahkan pada periode 2013 hingga 2020 saja, hampir 99 juta warga pedesaan disebut berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem.

Pada Februari 2021, China secara resmi mengumumkan kemenangan penuh melawan kemiskinan ekstrem. Sebanyak 832 kabupaten dan sekitar 128 ribu desa dihapus dari daftar wilayah miskin.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama