Kredit Foto: BPMI
Pembangunan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, ternyata dilakukan tanpa menggunakan dana pemerintah. Proyek senilai hampir Rp3,8 miliar itu disebut murni dibangun dari gotong royong kalangan buruh.
Hal tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, saat menjelaskan proses pembangunan museum kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Membangun museum ini tanpa APBN,” kata Andi Gani dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menegaskan pembangunan Museum Marsinah dan Rumah Singgah sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD,” ungkapnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Perjuangan Buruh
Ia menjelaskan, dana pembangunan dihimpun dari para buruh, keluarga Marsinah, hingga dukungan dari Ketua Dewan Penasehat KSPSI AGN, yakni Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Jadi iuran buruh bersama Ketua Dewan Penasehat Kami, Pak Kapolri (Listyo Sigit Prabowo), dan keluarga besar Ibu Marsinah,” ujar Andi Gani.
Andi Gani juga membeberkan bahwa kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum tersebut. Ia menyebut jaringan koperasi KSPSI AGN kini memiliki aset yang sangat besar.
"KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp750 miliar, ada yang Rp300 miliar," terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pembangunan museum itu merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah yang selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.
"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia," katanya.
Museum Ibu Marsinah nantinya dibuka untuk umum secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelolaan museum akan dilakukan yayasan bentukan KSPSI Jawa Timur dengan melibatkan keluarga Marsinah.
Baca Juga: Prabowo Tersentuh Lihat Kamar Marsinah: Pengusaha Serakah Tak Sesuai Dasar Republik
Andi Gani juga menyebut Presiden Prabowo telah meresmikan museum tersebut sekaligus berziarah ke makam Marsinah.
"Sudah diresmikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, sekaligus berziarah ke makam Marsinah. Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," imbuhnya.
Museum itu dilengkapi sejumlah fasilitas elektronik modern, termasuk layar besar yang menampilkan rekam jejak perjuangan Marsinah. Selain itu, terdapat pula barang-barang pribadi milik Marsinah seperti baju terakhir, tas, hingga sepeda yang pernah digunakannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: