MPR Akui Juri dan MC Tak Beri Waktu yang Cukup bagi Siswa SMAN 1 Pontianak untuk Layangkan Protes
Kredit Foto: Istimewa
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto menyayangkan sikap juri dan master of ceremony (MC) yang tidak memberi waktu cukup kepada siswa dari pihak SMAN 1 Pontianak untuk menyampaikan klarifikasi saat melayangkan protes dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimatan Barat.
Menurut Abraham, akar masalah hingga akhirnya viral karena kesempatan itu tidak diberikan. Padahal, hal itu bertentangan dengan tujuan utama kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yaitu memperkuat pemahaman dan persatuan bangsa.
"Inilah akar permasalahannya sehingga terjadi polemik yang panjang dan viral, dan sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan sosialisasi 4 Pilar tersebut,” ujar Abraham.
Ia menilai seharusnya ada ruang dialog yang adil ketika peserta acara menyampaikan keberatan atau koreksi.
Dengan tidak diberikannya kesempatan untuk mencari kebenaran di tempat, sebuah kesalahpahaman kecil justru berkembang menjadi kontroversi yang lebih besar.
Abraham berharap kejadian serupa tidak terulang di kegiatan sosialisasi Empat Pilar mendatang. Menurutnya, sosialisasi harus menjadi ajang edukasi yang kondusif, bukan malah memicu perdebatan tidak sehat.
Polemik di SMAN 1 Pontianak sempat ramai dibahas publik setelah video protes siswa dan respons panitia viral di berbagai platform media sosial.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: