Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Percaya Beijing? Tim Trump Buang Hadiah dari China Sebelum Naik Air Force One

Tak Percaya Beijing? Tim Trump Buang Hadiah dari China Sebelum Naik Air Force One Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kunjungan Donald Trump ke Beijing justru menyisakan sinyal dingin di balik panggung diplomasi yang terlihat hangat. Delegasi Amerika Serikat dilaporkan membuang seluruh barang pemberian dari pihak Tiongkok sebelum kembali ke Washington.

Langkah itu terjadi setelah pertemuan Trump dengan Xi Jinping selesai digelar. Momen tersebut langsung memicu perhatian karena dianggap sebagai simbol rendahnya tingkat kepercayaan antara dua negara besar itu.

Barang yang dibuang bukan sekadar suvenir biasa. Delegasi AS disebut turut membuang ponsel sementara, pin resmi, hingga lencana identitas yang digunakan selama kunjungan.

Instruksi tersebut disebut bersifat mutlak tanpa pengecualian. Semua barang yang berasal dari China tidak diizinkan masuk ke dalam pesawat Air Force One.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Gedung Putih, Emily Goodin. Ia menyebut seluruh delegasi diwajibkan meninggalkan semua barang sebelum keberangkatan.

“Tidak ada apa pun dari Tiongkok yang diizinkan masuk ke pesawat,” tulisnya. 

Tak hanya barang fisik, pengamanan juga berlaku untuk perangkat elektronik. Banyak anggota delegasi memilih tidak membawa ponsel pribadi dari Amerika Serikat.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan “burner phone” atau ponsel sementara selama berada di China. Perangkat ini biasanya akan dimusnahkan setelah perjalanan selesai.

Praktik tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi pemerintah AS. Prosedur ini kerap diterapkan saat pejabat melakukan kunjungan ke negara dengan risiko pengawasan siber tinggi.

Langkah ekstrem ini mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap kemampuan spionase digital Beijing. Pemerintah AS sejak lama menuduh China memiliki kapasitas pengawasan teknologi yang canggih.

Padahal di depan publik, pertemuan Trump dan Xi terlihat penuh kehangatan. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam agenda seremonial selama kunjungan berlangsung.

Namun di balik itu, ketegangan tetap terasa dalam sejumlah momen. Salah satunya terjadi saat kunjungan ke Temple of Heaven di Beijing.

Seorang agen keamanan AS dilaporkan sempat ditolak masuk oleh pihak China karena membawa senjata. Insiden ini memicu perdebatan panjang terkait protokol keamanan.

Baca Juga: Trump Ancam Iran: Bergerak Cepat atau Tidak Akan Ada yang Tersisa

Akibatnya, agenda kunjungan sempat tertunda hingga sekitar 90 menit. Situasi tersebut menggambarkan adanya perbedaan serius dalam standar keamanan kedua negara.

Hubungan antara Washington dan Beijing memang masih dibayangi berbagai isu besar. Mulai dari perang dagang, persaingan teknologi, hingga konflik geopolitik global.

Kunjungan ini menjadi pertemuan penting antara dua kekuatan dunia. Namun insiden pembuangan barang tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan belum benar-benar mereda.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama