Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Ancam Iran: Bergerak Cepat atau Tidak Akan Ada yang Tersisa

Trump Ancam Iran: Bergerak Cepat atau Tidak Akan Ada yang Tersisa Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah dan mandeknya proses negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, Trump memperingatkan Iran agar segera menyetujui kesepakatan damai atau menghadapi konsekuensi yang lebih besar.

Baca Juga: Timing Sensitif! Iran Sita Kapal China Saat Trump dan Xi Bertemu! Sinyal Cemburu?

“Bagi Iran, jam terus berdetak, dan mereka sebaiknya bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Trump.

Peringatan terbaru itu muncul ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut sejak operasi militer besar yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Konflik tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas Timur Tengah, tetapi juga berdampak besar terhadap ekonomi global. Salah satu pemicunya adalah gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Situasi keamanan kawasan juga semakin memburuk setelah konflik meluas ke Lebanon. Iran yang menjadi pendukung utama Hizbullah menuntut adanya gencatan senjata permanen di Lebanon sebelum menyetujui kesepakatan damai yang lebih luas dengan Washington.

Di sisi lain, Israel melaporkan Hizbullah kembali meluncurkan sekitar 200 proyektil sepanjang akhir pekan. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan terbaru Israel di wilayah selatan negara itu menewaskan lima orang, termasuk dua anak-anak.

Ketegangan regional semakin meningkat setelah sebuah serangan drone memicu kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir di Abu Dhabi pada Minggu. Meski tidak menimbulkan korban maupun kebocoran radiasi, insiden tersebut menambah kekhawatiran atas meluasnya konflik.

Kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak dan Yaman diketahui memiliki kemampuan drone tempur yang serupa. Iran sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Sementara itu, Pakistan mulai mengambil peran sebagai mediator untuk mendorong dialog damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi bertemu langsung dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Teheran pada Minggu.

Usai pertemuan itu, Ghalibaf menilai kehadiran militer Amerika Serikat justru memperburuk stabilitas kawasan.

Baca Juga: Trump Tak Yakin Kesepakatan dengan Iran Segera Tercapai, Perang Masih Panjang?

“Beberapa pemerintah di kawasan ini percaya bahwa kehadiran Amerika Serikat akan membawa keamanan bagi mereka, tetapi peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa kehadiran ini tidak hanya tidak mampu memberikan keamanan, tetapi juga menciptakan landasan bagi ketidakamanan,” ujar Ghalibaf.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar