Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penyakit Hantavirus Ancam Jemaah Haji Indonesia, Begini Kata DPR

Penyakit Hantavirus Ancam Jemaah Haji Indonesia, Begini Kata DPR Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jemaah haji Indonesia diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus di tengah pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta para jemaah, terutama yang memiliki riwayat penyakit paru-paru, untuk lebih menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Kasus Hantavirus Sudah Merambah Jakarta, Suspek Terus Bertambah!

“Jemaah haji hari ini harus lebih waspada karena ada Hantavirus, terutama yang punya penyakit paru-paru. Oleh karena itu, kesehatan menjadi yang utama agar ibadah haji bisa berjalan dengan baik dan mabrur,” ujar Eem Marhamah Zulfa Hiz, dikutip Selasa (19/5/2026).

Politikus yang akrab disapa Neng Eem itu mengatakan ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental yang kuat karena jemaah harus menjalani berbagai aktivitas dengan intensitas tinggi.

Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga imunitas tubuh agar mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah, termasuk tawaf dan perjalanan jarak jauh.

“Yang paling utama adalah menjaga imunitas tubuh. Karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ada tawaf, aktivitas berjalan jauh, dan berbagai rangkaian ibadah lain yang membutuhkan tenaga,” katanya.

Selain menjaga kondisi tubuh, jemaah juga diminta disiplin menjaga kebersihan serta menggunakan masker di tempat umum sebagai langkah pencegahan.

Meski demikian, Neng Eem menilai penyebaran hantavirus tidak seganas pandemi COVID-19.

Ia juga menyinggung kondisi sejumlah jemaah Indonesia yang saat ini sedang menjalani perawatan di Madinah.

Menurutnya, tim kesehatan dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan memberikan penanganan intensif agar para jemaah dapat segera pulih dan melanjutkan perjalanan ibadah ke Makkah.

“Sebisanya dirawat secara intensif, mulai dari obat-obatan, dukungan psikologis, hingga doa. Yang paling utama tetap kondisi badan harus sehat,” ujarnya.

Neng Eem menambahkan para jemaah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung pada 9 Zulhijah atau sekitar 26 Mei 2026.

Baca Juga: Iran dan Amerika Sama-sama Siap Menyerang Gegara Trump, Ini Bocoran dari Teheran

“Sekarang harus mulai jaga kesehatan, jaga imun, makan makanan sehat, dan menjaga kebugaran agar ketika puncak haji nanti bisa optimal tanpa terganggu masalah kesehatan,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar