Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Didinginkan oleh Tiga Negara Teluk, Diminta Jangan Serang Iran Dulu

Trump Didinginkan oleh Tiga Negara Teluk, Diminta Jangan Serang Iran Dulu Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ia menunda rencana serangan baru terhadap Iran usai negara-negara Teluk Arab meminta waktu untuk melanjutkan negosiasi damai.

Trump mengatakan ia menghentikan rencana serangan yang semula dijadwalkan pada Selasa, atas permintaan pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Ketiga negara tersebut meyakini bahwa negosiasi saat ini sedang berjalan serius dan bisa menghasilkan kesepakatan.

"Pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta saya untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran yang semula dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung," tulis Trump di platform Truth Social, Senin (19/5).

Trump menambahkan bahwa negara-negara Teluk tersebut optimistis akan tercapainya kesepakatan yang “sangat dapat diterima” bagi Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah, dengan syarat utama "TIDAK ADA SENJATA NUKLIR BAGI IRAN!".

Meski menunda serangan, Trump menegaskan militer AS tetap dalam kondisi siaga penuh dan telah memerintahkan pasukan untuk siap melancarkan serangan besar terhadap Iran kapan saja jika kesepakatan yang memuaskan tidak tercapai.

Iran selama ini menolak tawaran kesepakatan dari Trump dan terus menguasai Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia, yang menyebabkan harga minyak global melonjak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengkonfirmasi adanya komunikasi dengan AS melalui mediator Pakistan. Iran menuntut pencairan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri, pencabutan sanksi, serta ganti rugi atas “perang ilegal” tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa dialog dengan Washington bukan berarti menyerah.

"Dialog tidak berarti menyerah. Republik Islam Iran melakukan dialog dengan martabat, kewenangan, dan tetap mempertahankan hak-hak bangsa serta negaranya,” tulis Pezeshkian di X.

Sementara itu, negosiasi masih berlangsung alot. Iran menolak beberapa poin yang diajukan AS, termasuk permintaan untuk hanya mempertahankan satu situs nuklir dan menyerahkan sebagian besar uranium yang diperkaya ke Amerika Serikat. Namun, ada kemajuan kecil setelah AS disebut bersedia mencabut sanksi minyak selama periode negosiasi.

Situasi ini masih terus berkembang seiring upaya kedua belah pihak mencari jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung hampir enam minggu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: