Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Seperti di Brasil, Polisi Kerahkan Sniper saat Gerebek Kampung Narkoba di Samarinda

Seperti di Brasil, Polisi Kerahkan Sniper saat Gerebek Kampung Narkoba di Samarinda Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Puluhan aparat bersenjata lengkap bergerak memasuki perkampungan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur untuk menangkap bandar narkoba. Polisi bahkan menerjunkan sniper di sejumlah titik strategis untuk memburu bandar narkotika yang hingga kini masih berkeliaran.

Penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat membongkar jaringan peredaran narkoba yang telah lama meresahkan masyarakat. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan operasi digelar dengan pengamanan ketat karena kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Penembak jitu disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan perlawanan maupun upaya pelarian dari target operasi. Kehadiran sniper dan personel bersenjata laras panjang membuat suasana di lokasi berlangsung mencekam.

Dalam operasi yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 itu, aparat menyisir rumah-rumah serta lorong-lorong permukiman yang dicurigai menjadi tempat persembunyian pelaku dan lokasi penyimpanan narkotika.

Dari hasil penggerebekan, sedikitnya 13 orang diamankan karena diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba. Meski demikian, aparat menegaskan operasi belum selesai karena bandar utama yang menjadi target prioritas masih dalam pengejaran intensif.

Melansir Antara, Eko Hadi Santoso menjelaskan, dalam proses transaksi narkoba di kawasan tersebut, para pengawas yang disebut sebagai “sniper” bertugas memantau pergerakan pembeli dan memberikan kode secara tersirat.

Menurut dia, sniper yang berada di depan toko ritel modern akan memberikan kode “masuk masuk” menggunakan isyarat tangan kepada calon pembeli. Setelah itu, informasi diteruskan melalui handy talky (HT).

Sepanjang jalan menuju lokasi transaksi, terdapat 21 pengawas yang memegang HT untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di lapak Gang Langgar Blok F.

Baca Juga: Kasat Resnarkoba Kutai Kartanegara jadi Tersangka Narkoba, Miliki Paket Etomidate untuk Vape

Setibanya di perempatan Gang Blok F, sniper disebut hanya mengizinkan satu orang pembeli masuk ke area penjualan narkoba.

“Apabila berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” ujar Eko, Senin (18/5/2026) dikutip dari Antara.

Setelah masuk hingga lokasi penjualan yang disebut berupa loket di Blok F, pembeli menyerahkan uang sesuai jumlah kebutuhan. Satu klip kecil narkoba jenis sabu-sabu disebut dijual seharga Rp150.000 beserta kelipatannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: