Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

1 Juta Porsi Makanan Siap Saji RI Dibutuhkan Jamaah Haji

1 Juta Porsi Makanan Siap Saji RI Dibutuhkan Jamaah Haji Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, mengungkapkan kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia setiap tahun sangat besar, dengan estimasi minimal mencapai 1 juta porsi.

Menurutnya, semakin banyak jamaah haji Indonesia, semakin besar pula kebutuhan makanan siap saji. Kondisi ini menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan agar jamaah dapat terlayani dengan baik.

"Fasilitasi Kemendag (Kementerian Perdagangan) dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Jumat (22/5).

Kemendag telah memfasilitasi hambatan ekspor eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT. HATI) dalam memasukkan hampir 360 ribu porsi makanan siap saji untuk kebutuhan di Tanah Suci. 

Strategi yang ditempuh adalah mempercepat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong diperpendeknya durasi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea cukai di Arab Saudi.

“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri.

Zulvri melaporkan, produk yang diekspor terdiri atas makanan khas Indonesia seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, dan daging balado yang telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sertifikasi kesehatan (health certificate) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh dalam mempercepat proses ekspor makanan siap saji Indonesia untuk kebutuhan jamaah haji 1447 Hijriah. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pelaku usaha dalam menghadapi berbagai proses administrasi dan regulasi di Arab Saudi.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Batal Berangkat Haji Hari Ini, Ngaku: 'Sedih Enggak Sedih'

Baca Juga: Batal Naik Haji, Purbaya: Belum Rejekinya, Semoga Tahun Depan

“Kami merasakan peran besar KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh untuk mempercepat persetujuan hasil uji makanan siap saji dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta persetujuan pengeluaran barang dari daerah kepabeanan oleh Bea Cukai Arab Saudi. Hal ini penting agar jamaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan asli Indonesia sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah haji,” ujar Arif.

Arif menambahkan, mitra importir di Arab Saudi juga merasakan manfaat dari respons cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan Atase Perdagangan RI di Riyadh dengan otoritas setempat. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipilih eksportir dan importir untuk kebutuhan jamaah haji. Seluruh produk tersebut wajib dilengkapi sertifikasi halal dan sertifikat kesehatan, serta mengedepankan cita rasa khas masakan Indonesia agar jamaah tetap nyaman dan sehat selama berada di Tanah Suci.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya