Respons Ebola, Indonesia Masih Tenang tapi Tailan Sudah Mulai Lakukan Pembatasann
Kredit Foto: Antara/Arif Firmansyah
Di tengah penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masih bersikap tenang meski turut berhati-hati.
Kementerian Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Tanah Air dan menyebut telah memiliki kemampuan deteksi yang mumpuni. Melansir ANTARA, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, di Aceh pada Jumat (22/5) menyebutkan bahwa wabah dari dua negara Afrika tersebut belum masuk ke Indonesia.
Penetapan status darurat oleh WHO dinilai sebagai sinyal perlunya kewaspadaan, tapi memang tidak serta-merta mengkategorikan penyebaran virus ini sebagai pandemi.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman juga menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor.
Langkah konkret yang ditekankan adalah pengawasan di seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, yang ditingkatkan secara khusus terhadap pelaku perjalanan yang berasal dari negara terdampak.
Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Tailan (CAAT) pada Kamis (21/5) telah meningkatkan langkah-langkah pengawasan dan pencegahan virus Ebola di sistem penerbangan mereka.
Langkah ini diambil setelah Kementerian Kesehatan Masyarakat Tailan pada Rabu (20/5) menetapkan Kongo dan Uganda sebagai zona penyakit menular berbahaya.
Tailan bahkan telah mewajibkan pendaftaran melalui sistem Thai Health Pass, mewajibkan warga negara asing mengisi Kartu Kedatangan Digital Tailan secara akurat, serta menginstruksikan maskapai penerbangan untuk memberi tahu penumpang melakukan pemeriksaan di titik keberangkatan dan membagikan data tempat duduk serta perjalanan kepada petugas pengendalian penyakit.
Baca Juga: AS Tutup Pintu bagi Warga Afrika, WHO Tambah Dana untuk Penanganan Ebola
Divisi karantina Tailan juga telah melakukan simulasi rencana respons untuk kasus suspek yang teridentifikasi di dalam pesawat maupun setelah tiba.
Otoritas setempat di Tailan pun telah mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan nonesensial ke Kongo dan Uganda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: