Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas MBG, Begini Caranya!

BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas MBG, Begini Caranya! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat aplikasi digital bernama Reviu Menu MBG atau Organoleptik. Sistem ini membuat guru hingga kepala posyandu kini ikut terlibat langsung memantau kualitas makanan yang diterima penerima manfaat di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan BGN untuk memastikan makanan MBG tetap aman, layak konsumsi, dan sesuai standar gizi di tengah pelaksanaan program nasional yang terus meluas. Pengawasan tidak lagi hanya dilakukan internal oleh penyelenggara program, tetapi juga melibatkan pihak sekolah dan posyandu sebagai pengawas lapangan.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan aplikasi itu dirancang agar penerima manfaat ikut berperan dalam pengawasan kualitas makanan yang dibagikan setiap hari. Menurut dia, keterlibatan banyak pihak diharapkan membuat seluruh mitra penyedia makanan semakin serius menjaga kualitas distribusi MBG.

"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan," kata Sony dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Dalam mekanismenya, guru yang ditunjuk sekolah serta kepala posyandu bertugas menjadi PIC kelompok penerima manfaat MBG. Mereka dapat langsung memberikan penilaian melalui aplikasi begitu paket makanan diterima di lokasi distribusi.

Beberapa indikator yang dinilai meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan. Sistem tersebut juga dirancang menjadi alat deteksi dini apabila ditemukan makanan bermasalah di lapangan.

BGN mengungkapkan hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 21.31 WIB sudah terdapat 1.707 laporan yang masuk ke dashboard pengawasan MBG dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas laporan menunjukkan kualitas makanan MBG berada dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Dari total laporan tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau sekitar 99,88 persen menyebut makanan layak makan. Sementara hanya dua laporan yang menyatakan makanan tidak layak konsumsi.

Dari sisi distribusi, sebanyak 97,95 persen laporan menyebut makanan diterima tepat waktu bahkan lebih cepat dari jadwal. Data itu disebut menjadi indikator bahwa sistem distribusi MBG mulai berjalan lebih stabil di berbagai wilayah.

Kualitas aroma makanan juga mendapat penilaian positif dari para pelapor di lapangan. Sebanyak 99,71 persen laporan menyatakan aroma makanan masih layak dan sesuai standar.

Sementara untuk tampilan makanan, sekitar 99,41 persen laporan menyebut menu yang diterima sesuai standar penyajian. Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas MBG tetap terjaga sebelum dikonsumsi penerima manfaat.

BGN juga mencatat sekitar 98,89 persen laporan menyatakan rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Hasil evaluasi itu diklaim menjadi sinyal positif terhadap pelaksanaan program MBG sejauh ini.

Baca Juga: Ramai Lagu MBG Bahlil Ganteng, Brent Crude Oil Terjun Bebas ke USD 98

Sony menegaskan sistem pengawasan digital tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan agar tidak muncul persoalan besar dalam distribusi makanan MBG di kemudian hari. Menurut dia, keterlibatan guru dan kepala posyandu diharapkan mampu mempercepat deteksi apabila muncul potensi masalah di lapangan.

"Keterlibatan guru dan Kaposyandu diharapkan bisa meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi sistem peringatan dini bila ada potensi masalah," ujar Sony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama