Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jangan Asal Masak! Ini Cara Bikin Daging Kurban Empuk dan Tetap Bergizi

Jangan Asal Masak! Ini Cara Bikin Daging Kurban Empuk dan Tetap Bergizi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, membagikan cara sederhana mengempukkan daging kurban tanpa harus menggunakan bahan kimia tambahan. Menurutnya, bahan alami seperti daun pepaya dan nanas justru menjadi metode paling efektif untuk membuat daging Idul Adha lebih empuk dan cepat matang.

Reisi menjelaskan daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah jaringan protein pada daging. Proses tersebut membuat tekstur daging menjadi lebih lunak sebelum dimasak.

“Daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat memecah jaringan protein pada daging, sehingga membuatnya lebih empuk. Caranya cukup mudah, daun pepaya yang setengah tua dihancurkan dan dibalurkan ke daging, lalu diamkan beberapa saat,” jelasnya dikutip dari laman resmi IPB.

Selain daun pepaya, nanas juga disebut ampuh untuk membantu mengempukkan daging kurban. Buah tersebut memiliki enzim bromelin yang bekerja memecah serat daging sehingga teksturnya lebih lembut.

“Ia juga menambahkan bahwa nanas memiliki enzim bromelin yang bekerja serupa. Buah ini bisa diparut dan digunakan sebagai olesan sebelum daging dimasak. Selain lebih empuk, nanas juga menambah aroma segar pada olahan daging,” katanya.

Menurut Reisi, proses pengolahan daging ternyata sangat memengaruhi kandungan gizinya. Ia menyebut suhu tinggi memang dapat menurunkan kadar protein, tetapi justru membuat protein lebih mudah diserap tubuh.

“Memang kandungan protein pada daging matang menurun, tetapi justru menjadi lebih bermanfaat karena proteinnya telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah,” ungkapnya.

Sementara itu, kandungan zat besi pada daging disebut relatif stabil meski dimasak dalam suhu tinggi. Reisi menegaskan perubahan kandungan mineral tersebut tidak terlalu signifikan selama proses memasak.

“Meskipun ada pengurangan, kandungan zat besi tidak banyak berubah,” ujarnya.

Dalam teknik memasak, Reisi menyarankan masyarakat menyesuaikan metode dengan jenis potongan daging yang digunakan. Untuk bagian daging yang alot seperti paha atau betis, teknik slow cooking sangat dianjurkan agar hasilnya tetap empuk.

“Kalau bagian yang alot, teknik slow cooking seperti direbus dalam waktu lama sangat dianjurkan. Bisa juga menggunakan panci presto untuk mempercepat proses, tapi tetap menghasilkan daging yang empuk,” terangnya.

Sebaliknya, daging yang memang sudah empuk seperti tenderloin tidak disarankan dimasak terlalu lama. Menurut Reisi, proses memasak berlebihan justru bisa membuat tekstur daging berubah menjadi keras.

“Untuk bagian daging yang sudah empuk, seperti tenderloin, justru tidak boleh dimasak terlalu lama. Bisa-bisa malah jadi keras,” ucapnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru di Semua SPBU, Masih Belum Berubah

Selain daun pepaya dan nanas, Reisi juga menyebut beberapa bahan alami lain yang bisa digunakan sebagai pengempuk daging. Bahan tersebut antara lain kiwi, jahe, hingga daun pandan wangi yang kerap dipakai dalam beberapa resep tradisional.

Di akhir penjelasannya, Reisi menyarankan masyarakat memotong daging sesuai kebutuhan masakan agar proses memasak lebih cepat dan kandungan gizinya tetap terjaga. Untuk sate misalnya, daging dianjurkan dipotong kecil dan agak tipis agar lebih cepat matang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: