Anugerah Agri Makmur (AAM) Perkenalkan Daging Sapi Premium Berstandar Australia untuk Pasar Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Anugerah Agri Makmur (AAM), bagian dari AAM Investment Group asal Australia, memperkenalkan produk daging sapi premium melalui acara “The Prime Table – Chef Experience” di The Westin Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum soft launching brand boxed beef premium AAM yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia.
Melalui acara tersebut, AAM memperkenalkan model bisnis daging sapi berbasis rantai pasok terintegrasi dari Australia hingga Indonesia. Dengan menyasar pelaku industri kuliner, hotel, dan foodservice, AAM menampilkan keunggulan produknya melalui pengalaman kuliner dan demonstrasi memasak oleh chef profesional.
AAM lewat entitas operasionalnya, PT Indonesia Livestock Operations (ILO), mengembangkan sistem produksi daging sapi terintegrasi dengan mendatangkan sapi bakalan dari Australia berbobot sekitar 300 kilogram untuk kemudian menjalani proses penggemukan di fasilitas feedlot Indonesia sebelum diproses menjadi produk akhir.
General Manager of AAM’s Indonesia Livestock Operations Jack Webb mengatakan Indonesia menjadi pasar strategis bagi ekspansi bisnis perusahaan.
“Kami melihat peluang pelaburan yang sangat baik selama dua tahun ini. Tujuan kami adalah memproduksi daging berkualitas tinggi secara lokal, dengan standar yang sama seperti daging impor,” ujarnya.
Menurut Jack, AAM tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis, tetapi juga ingin menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan rantai pasok lokal.
“Tujuan kami adalah untuk membantu ekonomi lokal, terus mendorong peluang pelaburan yang terjangkau, dan memberikan daging berkualitas tinggi yang berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Setiap bulan, AAM mengimpor sekitar 1.500 ekor sapi bakalan untuk dikembangkan di Indonesia. Model ini dinilai memberi nilai tambah di dalam negeri sekaligus menjaga konsistensi kualitas dengan standar Australia.
Jack menegaskan keunggulan utama AAM terletak pada sistem produksi terintegrasi tanpa perantara dalam rantai pasok.
“Peluncuran ini mewakili standar baru untuk boxed beef di Indonesia, memimpin dengan kekuatan produksi Australia yang didukung oleh keahlian lokal di lapangan,” jelasnya.
Ia menyebut seluruh proses dijalankan dalam satu kendali, mulai dari peternakan hingga distribusi akhir.
“Kami menjalankan sistem paddock to plate, tanpa perpindahan tangan ke pihak ketiga, sehingga kualitas dan traceability produk tetap terjaga,” tambahnya.
Efisiensi logistik juga menjadi salah satu nilai jual produk AAM. Dengan sistem rantai dingin yang terjaga, produk dapat memiliki masa simpan lebih dari 100 hari dalam kondisi chilled, memberi fleksibilitas lebih besar bagi pelaku industri foodservice dan ritel.
AAM juga memperkenalkan diferensiasi melalui teknik pemotongan karkas yang mampu menghasilkan hingga 34 jenis potongan daging, lebih banyak dibandingkan praktik umum di pasar.
Puncak acara ditandai dengan sesi demonstrasi memasak oleh chef Dimas Ramadhan Pangestu atau Dims the Meat Guy. Dalam sesi tersebut, ia mengolah sekitar 30 kilogram daging premium AAM menjadi berbagai hidangan.
“Sapi yang mendapatkan penyelesaian akhir di Indonesia dengan pakan lokal menghasilkan daging dengan marbling dan tekstur yang sangat baik,” ungkapnya.
Chef Dimas menyajikan tiga menu, yakni beef skewers dari tenderloin, Japanese marinated beef yang dimarinasi selama 12 jam, serta potongan premium dengan saus chimichurri. Menurut dia, kualitas daging AAM terlihat dari warna merah cerah, aroma segar, serta tekstur yang optimal saat dimasak.
“Secara teknis ini bisa disebut daging lokal, karena proses penggemukan dan pemotongannya dilakukan di Indonesia, meskipun bibit sapinya berasal dari Australia,” ujarnya.
Ia menilai fleksibilitas potongan daging AAM menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha kuliner karena dapat diolah menjadi beragam menu, mulai dari rendang, sate, hingga sop iga.
Dari sisi harga, Chef Dimas menilai produk AAM menawarkan nilai yang kompetitif di kelas premium.
Baca Juga: Pemprov DKI Izinkan Impor Daging dari Australia
“Untuk kualitas seperti ini, menurut saya ini value yang sangat baik dan harganya juga relatif lebih terjangkau dibandingkan impor langsung,” katanya.
Melalui peluncuran ini, AAM membawa misi untuk memperkuat industri protein nasional dengan pendekatan produksi lokal berstandar global. Perusahaan menilai model ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor daging beku sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan daging sapi premium dengan kualitas tinggi.
Dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir, AAM tidak hanya menghadirkan produk premium, tetapi juga mendorong penguatan industri peternakan lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: