Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sekam Padi Jadi Energi, PLN EPI Perkuat Cofiring PLTU Indramayu

Sekam Padi Jadi Energi, PLN EPI Perkuat Cofiring PLTU Indramayu Kredit Foto: PLN Epi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) dalam kerja sama jual beli biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI memperkuat ekosistem bioenergi nasional sekaligus mendukung target transisi energi dan Net Zero Emission (NZE). Dalam skema ini, PLN EPI bertindak atas nama PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di pembangkit.

Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan kolaborasi itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan biomassa berbasis limbah pertanian di daerah.

“Ini tentu atas kerja sama mitra. Kami ingin PT BWI tetap menjadi partner strategis kami. Kita harus terus berkolaborasi meningkatkan kualitas karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata Hokkop dalam penandatanganan kerja sama di Jakarta, dikutip Minggu (25/5/2026).

Ia menilai performa dan kapasitas produksi biomassa dari sekam padi masih dapat terus ditingkatkan. Bahkan, target produksi hingga 3.200-3.300 ton dinilai realistis untuk dicapai.

“Untuk menyentuh angka 3.200 sampai 3.300 sebenarnya sangat mungkin. Tinggal bagaimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional,” ujarnya.

Menurut Hokkop, PLN EPI berharap kerja sama tersebut dapat berkembang melalui peningkatan volume pasokan biomassa ke depan.

“Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berarti kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah PT BWI dalam mengembangkan potensi sekam padi menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi. Kerja sama ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman antara PLN EPI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah.

Baca Juga: PLN EPI Kantongi Kontrak Gas dan LNG Rp360 Triliun di IPA Convex 2026

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Garap Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan potensi limbah sekam yang dinilai besar untuk dioptimalkan menjadi pellet biomassa.

Sementara itu, Direktur Utama PT BWI, Robani Hendra Permana, mengatakan pihaknya serius mengembangkan bisnis biomassa karena besarnya potensi limbah sekam padi di wilayah Indramayu.

“Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.

Dari jumlah tersebut, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun, tantangan utama masih berada pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan.

“Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” kata Robani.

Untuk mendukung pengembangan biomassa, PT BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bulan.

“Artinya kapasitas kami saat ini sekitar 3.000 ton per bulan. Kalau kontrak dengan PLN mencapai 6.000 ton, mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan bisa selesai,” ujarnya.

Saat ini, produksi PT BWI masih berada di kisaran 1.500 ton per bulan atau sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang. Perseroan menyatakan siap meningkatkan produksi apabila kebutuhan pasokan biomassa bertambah.

Menurut Robani, pengembangan biomassa juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Produksi 1.000 sampai 1.500 ton saja sudah melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau nanti kapasitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” kata dia.

Selain mendukung kebutuhan energi pembangkit, kerja sama PLN EPI dan BWI juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi sirkular daerah, pemberdayaan masyarakat lokal, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Indramayu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra