Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Senang! Damai AS-Iran Disebut Bisa Bikin APBN Ketiban Durian Runtuh

Purbaya Senang! Damai AS-Iran Disebut Bisa Bikin APBN Ketiban Durian Runtuh Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai memunculkan optimisme baru di berbagai sektor, termasuk bagi perekonomian Indonesia.

Pemerintah melihat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi membawa dampak positif terhadap harga minyak dunia yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan anggaran negara.

Respons Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terhadap kabar tersebut pun mencuri perhatian. Saat dicegat awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), Purbaya sempat memperagakan joget khas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Momen itu terjadi ketika Purbaya ditanya mengenai dampak kesepakatan damai AS-Iran yang membuat Selat Hormuz kembali terbuka. 

"Harusnya gitu kan," kata Purbaya sembari memeragakan joget ala Trump.

Di balik candaan tersebut, Purbaya mengaku menyambut baik perkembangan hubungan kedua negara yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran pasar energi global. Menurutnya, jika ketegangan benar-benar mereda dan harga minyak dunia turun, kondisi itu akan memberikan ruang fiskal yang lebih longgar bagi pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Janji Bakal Kerja Keras Jaga APBN di Tengah Badai Global

Pemerintah, kata dia, sebelumnya telah mengalokasikan sebagian anggaran untuk mengantisipasi lonjakan subsidi akibat gejolak harga energi internasional. Apabila harga minyak kembali stabil, kebutuhan subsidi otomatis berpotensi menurun.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden," ujar Purbaya.

Ruang fiskal tambahan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan pembiayaan lebih besar.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah belum akan terburu-buru mengambil langkah penyesuaian anggaran. Situasi global masih terus dipantau karena perkembangan hubungan AS dan Iran belum sepenuhnya selesai.

"Nanti kita lihat seperti apa dan baru kita adjust," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social miliknya.

Trump juga menyatakan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap Iran akan dicabut sebagai bagian dari kesepakatan yang telah disepakati kedua belah pihak.

Rencananya, penandatanganan resmi kesepakatan tersebut akan dilakukan pada Jumat (19/6) di Swiss. Pihak Iran juga telah mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Emak-Emak Pengkritik MBG Dihina Gembrot, Politisi Gerindra Akhirnya Minta Maaf

Namun demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan itu belum benar-benar final. Masih terdapat sejumlah isu yang harus dibahas lebih lanjut melalui perundingan lanjutan sebelum seluruh poin dalam kesepakatan bisa dijalankan secara penuh.

Jika proses damai itu berjalan mulus dan stabilitas kawasan Timur Tengah benar-benar pulih, Indonesia berpeluang menikmati dampak positif berupa penurunan tekanan harga energi global. Kondisi tersebut tidak hanya menguntungkan APBN, tetapi juga dapat memberikan angin segar bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: