Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Menguat 1,50%, Pasar Masih Tunggu Hasil Kesepakatan Damai AS-Iran

IHSG Dibuka Menguat 1,50%, Pasar Masih Tunggu Hasil Kesepakatan Damai AS-Iran Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini di zona hijau. Berdasarkan data RTI pada pukul 09.01 WIB, IHSG menguat 93,981 poin atau 1,50% ke level 6.348,948.

Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 6.321,961 dan sempat bergerak hingga menyentuh level tertinggi 6.350,910. Sementara itu, level terendah tercatat di 6.317,932.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan sentimen positif dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,063 triliun dari volume perdagangan 1,264 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 92.050 kali.

Pergerakan saham didominasi penguatan, dengan 419 saham naik, 76 saham melemah, dan 190 saham bergerak stagnan. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sekitar Rp11.081,026 triliun.

Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat menguat setelah kembali membentuk pola upward bar. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.

Nafan menyebut para pelaku investor menunggu rincian lebih lanjut terkait kesepakatan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Normalisasi ini memberikan efek pada penurunan harga minyak mentah dunia di bawah US$80 per barel sehingga meredakan sentimen risiko inflasi global.

Baca Juga: Setelah Jatuh 41,72%, IHSG Mulai Bangkit? Ini Data Historisnya

Baca Juga: IHSG Berpotensi Tembus 6.700, Sucor Nilai Valuasi Saham RI Sudah Murah

Sementara itu, fokus utama para pelaku pasar tertuju pada hasil pertemuan FOMC The Fed terkait Keputusan Fed Rate serta FOMC Economic Projections, maupun RDG BI dalam rangka pengumuman BI Rate pada 18 Juni 2026. Adapun Fed Rate diperkirakan tetap pada level 3,75% berdasarkan konsensus, sedangkan BI Rate diperkirakan naik 25 bps pada level 5,75% berdasarkan konsensus. 

Di sisi lain, para pelaku pasar juga mulai tertuju pada agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra