Kodim Manggarai Barat Siapkan Staf Digital untuk 'Jaga' Labuan Bajo di Internet
Kredit Foto: Istimewa
Perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus digital mendorong berbagai institusi untuk beradaptasi, termasuk satuan teritorial di daerah. Di tengah kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat mulai memperkuat fondasi digitalnya melalui penguatan kanal informasi resmi satuan.
Langkah itu diwujudkan lewat pelatihan digitalisasi bagi jajaran staf Kodim 1630/Manggarai Barat yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola informasi yang valid, tertib, serta mudah diakses masyarakat.
Di bawah arahan Dandim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, S.E., M.I.P., pelatihan melibatkan berbagai unsur staf lintas fungsi, mulai dari Staf 1 Intelijen, Staf 2 Operasi, Staf 3 Personel, Staf 4 Logistik, hingga Staf 5 Teritorial.
Fokus utama pelatihan berada pada pengelolaan website resmi Kodim sebagai kanal informasi resmi satuan. Kanal tersebut dirancang menjadi ruang publikasi berbagai kegiatan Kodim, mulai dari pembinaan teritorial, komunikasi sosial, karya bakti, aktivitas Babinsa, hingga dokumentasi kegiatan bersama masyarakat yang dapat tersimpan sebagai arsip digital jangka panjang.
Penguatan kanal informasi resmi dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah cepatnya pergerakan informasi digital. Sebagai satuan teritorial yang berada di wilayah strategis pariwisata nasional, Kodim 1630/Manggarai Barat dipandang perlu memiliki ruang publikasi mandiri agar informasi kegiatan satuan dapat disampaikan secara langsung, benar, dan terverifikasi.
Website resmi Kodim juga diarahkan tidak hanya menjadi media publikasi, tetapi berkembang sebagai pusat arsip kegiatan, rujukan informasi, serta sarana memperkuat komunikasi publik di wilayah Manggarai Barat.
Langkah digitalisasi tersebut dinilai semakin relevan mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Informasi yang tidak utuh atau belum terverifikasi berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap keamanan dan stabilitas wilayah. Karena itu, keberadaan kanal resmi dipandang menjadi bagian penting dalam menjaga ruang informasi yang sehat.
Dalam pelatihan yang digelar, personel Kodim memperoleh pembekalan teknis pengelolaan website, mulai dari akses dashboard, pengunggahan berita dan foto, penyusunan judul, penentuan kategori, pengecekan tampilan, hingga proses penerbitan konten sesuai alur yang telah ditetapkan.
Pelibatan berbagai unsur staf menunjukkan bahwa pengelolaan informasi digital tidak hanya bergantung pada satu operator. Staf Intelijen berperan dalam menjaga sensitivitas dan ketertiban informasi, Staf Operasi mendukung publikasi kegiatan satuan, Staf Personel menangani dokumentasi internal, Staf Logistik mengelola informasi dukungan satuan, sementara Staf Teritorial memperkuat publikasi kegiatan TNI bersama masyarakat.
Melalui pola tersebut, Kodim diharapkan memiliki sejumlah personel yang mampu mengelola informasi resmi secara mandiri sehingga keberlangsungan kanal informasi tetap terjaga meskipun terjadi rotasi personel.
Program digitalisasi ini juga menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Penguatan kemampuan digital, sistem informasi, keamanan siber, dan pengelolaan data menjadi bagian dari peningkatan kapabilitas personel dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam konteks satuan teritorial, kemampuan mengelola informasi publik turut menjadi bagian dari komunikasi sosial dan pembinaan wilayah. Informasi yang tersaji secara valid, tertib, dan positif dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memperlihatkan aktivitas prajurit di lapangan.
Upaya tersebut juga mencerminkan dorongan agar pelayanan informasi kepada masyarakat dilakukan secara lebih terbuka dan bertanggung jawab melalui kanal resmi.
Penguatan digitalisasi Kodim 1630/Manggarai Barat turut mendapat dukungan dari Juara Holding Group melalui program CSR digitalisasi. Dukungan itu mencakup pendampingan website, pelatihan admin, standar awal konten, dokumentasi, hingga maintenance teknis agar sistem dapat berjalan berkelanjutan.
Founder Juara Holding Group, Agung Afif, menyebut kanal resmi Kodim tidak hanya berfungsi sebagai website, tetapi juga menjadi rumah informasi resmi yang mendokumentasikan kegiatan TNI bersama masyarakat secara benar.
“Bagi kami, kanal resmi Kodim bukan sekadar website. Ini adalah rumah informasi resmi, tempat kegiatan TNI bersama rakyat dapat terdokumentasi dengan benar. Kodim tetap memegang arah dan narasi; JHG hanya membantu sistem, pelatihan, dan pendampingan teknis,” ujar Agung.
Baca Juga: Kebijakan Satu Pintu Ekspor Sawit Prabowo Lewat PT DSI Diharapkan Bisa Tambah Daya Tawar Petani
Menurut dia, Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata prioritas membutuhkan ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya, baik bagi masyarakat lokal, wisatawan, investor, maupun pemangku kepentingan.
“Ketika informasi wilayah tertib, valid, dan resmi, citra daerah ikut kuat. Sinergi sipil-militer dalam ruang digital seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus mendukung citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang aman dan kondusif,” katanya.
Melalui langkah digitalisasi tersebut, Kodim 1630/Manggarai Barat mulai membangun pondasi penguatan wajah digital satuan. Tidak hanya bergerak menjalankan tugas di lapangan, Kodim juga mulai menyiapkan sistem informasi resmi yang dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: