Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Mobil Listrik Melonjak 95 Persen, IKM Lokal Diajak Ikut Terlibat

Penjualan Mobil Listrik Melonjak 95 Persen, IKM Lokal Diajak Ikut Terlibat Kredit Foto: BP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar bagi industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif agar tak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya ekosistem kendaraan listrik nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun mulai mendorong keterlibatan IKM lokal agar bisa masuk ke rantai pasok industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Langkah ini dinilai penting agar manfaat pertumbuhan industri kendaraan listrik bisa dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah ingin pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya didominasi pemain besar, tetapi juga membuka ruang bagi industri kecil dan menengah.

“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (28/5).

Dorongan tersebut muncul seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang semakin pesat. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada triwulan I 2026 mencapai 33.150 unit. Angka itu melonjak 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Purbaya Pakai Data Penjualan Mobil dan Listrik untuk Ukur Daya Beli

Tak hanya mobil listrik, populasi kendaraan listrik lain juga terus meningkat. Hingga April 2026, jumlah bus listrik nasional tercatat mencapai 798 unit. Sementara kendaraan listrik roda dua sudah menyentuh 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menilai tren tersebut menjadi peluang bisnis besar yang harus dimanfaatkan pelaku IKM komponen otomotif.

“Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif agar dapat turut mendulang manfaat dan memaksimalkan peluang bisnis di masa depan,” kata Reni.

Selain pasar yang terus tumbuh, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik juga semakin masif. Berdasarkan data PT PLN, hingga April 2026 sudah tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030.

Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat peluang industri komponen lokal untuk ikut berkembang bersama pertumbuhan kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: Pemerintah Masih Itung-Itung, Insentif Pajak Kendaraan Listrik Ditunda

Sebagai langkah konkret, Kemenperin juga menggelar kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan itu mempertemukan pelaku IKM komponen otomotif dengan industri besar kendaraan listrik guna membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis.

Pemerintah berharap, lewat kolaborasi tersebut, pelaku IKM lokal dapat memahami kebutuhan industri kendaraan listrik, mulai dari standar teknologi, kualitas produk, hingga pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman