Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tak Butuh Waktu Lama untuk Balas 'Serangan Kejutan' dari Amerika, Pangkalan Udara Jadi Target

Iran Tak Butuh Waktu Lama untuk Balas 'Serangan Kejutan' dari Amerika, Pangkalan Udara Jadi Target Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan udara Amerika.

Serangan itu disebut sebagai respons langsung atas operasi militer Amerika Serikat di dekat Bandar Abbas, Kamis (27/5) waktu setempat.

Baca Juga: Abraham Accords Jadi ‘Rencana B’ Trump Gegara Amerika Kesulitan Tekan Iran, Begini Kata Pengamat

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Tasnim, IRGC menyebut telah menyerang sebuah “pangkalan udara Amerika” yang diklaim menjadi titik awal agresi Washington terhadap Iran. Namun Iran tidak mengungkap lokasi pasti pangkalan udara yang menjadi target serangan tersebut.

Eskalasi terbaru ini menunjukkan gencatan senjata yang sebelumnya diklaim masih berlaku kini mulai retak setelah kedua negara saling melancarkan aksi militer terbatas.

IRGC menyatakan serangan balasan dilakukan sekitar pukul 04.50 waktu setempat. Mereka juga memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Iran tidak akan dibiarkan tanpa respons.

“Setiap agresi tidak akan dibiarkan tanpa jawaban,” demikian pernyataan IRGC.

Iran bahkan mengancam akan memberikan respons yang “lebih tegas” apabila kembali terjadi tindakan militer dari pihak lawan.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat dilaporkan menembak jatuh empat drone serang Iran di sekitar Strait of Hormuz.

Menurut sejumlah pejabat AS, drone-drone tersebut dianggap mengancam pasukan Amerika di kawasan strategis jalur energi dunia tersebut.

Tak hanya itu, militer AS juga menyerang stasiun kendali drone di Bandar Abbas yang disebut sedang bersiap meluncurkan drone kelima. Washington mengklaim operasi tersebut dilakukan sebagai tindakan defensif untuk menjaga stabilitas gencatan senjata.

“Langkah ini bersifat terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Namun bagi Iran, serangan di Bandar Abbas dianggap sebagai bentuk agresi langsung yang harus dibalas.

Baca Juga: Sudah Terjebak, Trump Tak Akan Bisa Lari dari Efek Perang Iran-Amerika Serikat

Situasi terbaru ini memicu kekhawatiran meningkatnya konflik terbuka di kawasan Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya memengaruhi keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengguncang pasar energi global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: