Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Politisi PDIP Guntur Romli Sebut Safari Keliling Indonesia Jokowi Tak Akan Berpengaruh Pada Partai

Politisi PDIP Guntur Romli Sebut Safari Keliling Indonesia Jokowi Tak Akan Berpengaruh Pada Partai Kredit Foto: Setneg
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi PDIP Guntur Romli mengaku tidak khawatir dengan rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang hendak berkeliling Indonesia. Dirinya memastikan bahwa aktivitas safari politik mantan kader tersebut tidak akan memberikan pengaruh bagi internal PDIP.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons rencana perjalanan pasca-jabatan dari mantan kepala negara tersebut. Guntur Romli mengklaim status politik sang mantan presiden sudah selesai di dalam tubuh partai berlambang banteng.

"Saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali. Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu alasannya," kata Guntur.

Guntur juga menyinggung rekam jejak promosi politik yang pernah dilakukan oleh Jokowi terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dirinya menilai dukungan tersebut terbukti gagal membawa dampak elektoral yang besar bagi partai tersebut.

"Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," ucap Guntur.

Aktivitas keliling wilayah nasional tersebut diprediksi hanya akan diisi dengan kegiatan pembagian bantuan sosial. Guntur menilai agenda luar kota itu sekadar ditujukan untuk keperluan dokumentasi pribadi di dunia maya.

"Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu," imbuh Guntur.

Pernyataan sinis dari pihak internal PDIP tersebut langsung mendapat respons keras dari kubu lawan politik. Ketua DPP PSI Bestari Barus mengaku heran dengan sikap tidak simpatik yang terus ditunjukkan oleh jajaran PDIP.

Baca Juga: Bestari Barus: Jokowi Tak Pernah Tolong PSI Saat Jadi Presiden

Bestari menilai safari tersebut murni dilakukan untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap sosok mantan pemimpin mereka. Dirinya menganggap wajar jika muncul kegelisahan terkait potensi perpindahan suara pemilih setia ke PSI.

"Nggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu," ucap Bestari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy